Amran Singgung Pihak yang Permainkan Harga Pangan, Ada 102 Tersangka

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti praktik permainan harga pangan yang merugikan masyarakat, termasuk pihak penyebab tingginya harga pakan ternak. Ia menyebut hingga Jumat (9/10), sudah ada 102 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Amran mengungkapkan jumlah tersangka tersebut berpotensi bertambah jika masih ditemukan pihak yang memainkan harga demi mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat.
“Sudah 102 (tersangka) sampai hari ini. Tapi kalau ada yang mempermainkan pangan, insyaallah akan bertambah lagi ke depan,” kata Amran dalam Rapat Koordinasi Peternakan di Kediaman Menteri Pertanian, Jumat (9/10).
Amran menjelaskan penindakan terhadap pihak yang mempermainkan harga pangan tidak hanya menyasar pihak di luar pemerintahan. Sejumlah pegawai di lingkungan Kementerian Pertanian yang ikut terlibat juga telah diberhentikan, sementara sebagian lainnya diminta untuk diproses oleh aparat penegak hukum.
“Bukan saja dari luar, dari Kementerian Pertanian, berapa kami pecat, berapa kami minta ditersangkakan oleh penegak hukum. Itu ada kelas direktur di penjara sekarang,” kata Amran.
Amran menekankan praktik mempermainkan harga pangan tidak boleh dibiarkan karena dapat merugikan masyarakat kecil, termasuk peternak yang menghadapi tekanan biaya produksi.
Ia menyebut penindakan tersebut sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas praktik yang merugikan masyarakat.
“Yang selalu mempermainkan, pasti ada. Itu sudah pasti ada karena ingin mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat kecil. Dan itu perintah Presiden basmi,” ujarnya.
