Kumparan Logo

Amran: Stok Beras Capai 5,3 Juta Ton, Kesejahteraan Petani Ikut Naik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat kunjungan ke Gudang Bulog Romokalisari No. 39, Pergudangan Bumi Maspin, Komplek Bumi Maspion, Jalan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat kunjungan ke Gudang Bulog Romokalisari No. 39, Pergudangan Bumi Maspin, Komplek Bumi Maspion, Jalan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Romokalisari No. 39, Pergudangan Bumi Maspin, Komplek Bumi Maspion, Jalan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5).

Pantauan kumparan, Amran tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Ia bersama dengan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dan jajaran lainnya.

Amran langsung masuk ke dalam gudang dan mengecek stok tumpukan karung beras sekitar 10 menit. Dia mengatakan cadangan beras nasional Indonesia telah mencapai angka tertinggi yakni mencapai 5,3 juta ton, merupakan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton. Dan ini adalah tertinggi selama Republik ini merdeka," kata Amran di Gudang Bulog Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5).

Amran menyebut, kesejahteraan petani mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kemudian, ia mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian melonjak dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen.

"Tertinggi selama 25 tahun dan mungkin tertinggi sepanjang sejarah. Jadi kita mengukur kesejahteraan, mengukur stok itu berdasarkan data bukan rasa menggunakan rasio," katanya.

Data ini adalah data dari BPS produksi kita yaitu 34,6 juta ton. Juga ini diaminkan oleh FAO. Ini 36 juta ton. Amran mengatakan seluruh capaian tersebut berdasarkan data resmi dari BPS, Food and Agriculture Organization (FAO), dan pemerintah Amerika Serikat.

"Juga dari Amerika Serikat, United States Department of Agriculture mengatakan 34,6. Jadi tiga data dari dunia maupun nasional mengatakan produksi kita 34 juta ton dan itu surplus 4 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian," ujar dia.

Amran membandingkan capaian stok beras saat ini dengan era Presiden Soeharto pada 1984. Ketika itu, Indonesia mendapat penghargaan FAO dengan stok Bulog sebesar 2,6 juta ton. Namun kini, stok beras mencapai lebih dari 5 juta ton yang membuat pemerintah harus menyewa gudang tambahan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat kunjungan ke Gudang Bulog Romokalisari No. 39, Pergudangan Bumi Maspin, Komplek Bumi Maspion, Jalan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

"Kapasitas gudang hanya 3 juta ton. Sekarang 5 juta ton sudah sewa 2 juta ton. Kalau ini data tidak benar, mana kepala gudang? Itu dipenjara tuh," ucapnya.

Indonesia juga telah menyiapkan stok cadangan beras untuk menghadapi kekeringan El Nino karena pernah belajar menghadapi kejadian pada 2015 dan 2023-2024.

"Alhamdulillah justru 2025 karena infrastruktur kita perbaiki dengan cepat, sarana produksi kita perbaiki kualitasnya seperti benih, bibit, benih unggul yang tahan kekeringan," katanya.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, total cadangan pangan saat ini mencapai sekitar 28 juta ton yang berasal dari stok beras nasional sebesar 5,3 juta ton, standing crop sekitar 11 juta ton, serta cadangan yang berada di sektor horeka dan rumah tangga sekitar 12 juta ton. Dengan jumlah tersebut, pemerintah memperkirakan stok mampu bertahan hingga Maret 2027.

Amran menjelaskan, perhitungan itu dilakukan dengan asumsi hasil panen standing crop tetap masuk dalam rantai pasok pangan nasional. “Totalnya 28 juta ton. Itu bertahan 11 bulan,” kata Amran.

Menurut dia, kekuatan stok tersebut cukup untuk menopang kebutuhan pangan mulai April hingga Maret tahun depan.

Ia juga menyinggung prediksi kemunculan El Nino ekstrem atau yang disebutnya sebagai “El Nino Godzilla”. Menurut Amran, skenario terburuk itu diperkirakan hanya berlangsung sekitar enam bulan, sementara ketahanan stok nasional saat ini dinilai jauh lebih panjang. Selain itu, selama periode El Nino produksi beras nasional diperkirakan masih tetap berjalan minimal 2 juta ton per bulan sehingga pemerintah optimistis pasokan tetap aman hingga pertengahan 2027.

Di sisi lain, Amran turut menyoroti kenaikan harga telur di pasaran. Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru berperan penting sebagai penyerap hasil produksi peternak rakyat. Menurutnya, program tersebut menjadi off taker bagi produksi telur nasional sehingga dapat menjaga permintaan tetap tinggi.

Pekerja mengangkut karung beras ke dalam Gudang Beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Karena itu, Kementerian Pertanian telah mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar porsi konsumsi telur dalam menu MBG ditambah dari semula satu kali menjadi dua kali dalam sepekan. Ia meyakini langkah tersebut dapat langsung mendorong penyerapan produksi telur mengingat jumlah penerima program mencapai sekitar 60 juta orang.

Amran menegaskan program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa karena melibatkan rantai produksi pangan dari petani dan peternak. Ia mengakui masih ada berbagai persoalan dalam pelaksanaan program, termasuk potensi penyimpangan, namun pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan dan penindakan hukum jika ditemukan kasus korupsi.

"Anak-anak bergizi ini investasi jangka panjang. Kalau segi politik itu tidak menguntungkan. Kenapa? Anak dalam kandungan, anak SD. 3 tahun sekarang baru umurnya berapa kalau dalam kandungan? 3 tahun, 2029," imbuh dia.

Mampu Ekspor Pupuk

Amran juga menyinggung terkait kondisi pangan global yang sedang mengalami tekanan akibat krisis energi dan pupuk. Namun dia mengeklaim Indonesia masih aman, bahkan mampu mengekspor pupuk ke Australia dan India.

"Perdana Menteri Australia meminta terima kasih menelepon langsung Bapak Presiden. Dua tiga minggu lalu kalau tidak salah, meminta terima kasih atas bantuan Indonesia. Kita menjual pupuk. Kemudian saya ditelepon langsung Dubes India meminta Rp 500 ribu ton pupuk urea," terangnya.

instagram embed