Anak-anak Bakal Punya Tabungan Saham Sendiri

Investasi saham ternyata tidak hanya untuk orang dewasa, anak-anak juga bisa memanfaatkannya untuk investasi jangka panjang, seperti biaya kuliah. Belajar dari pasar modal Jepang, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan program tabungan saham untuk anak-anak.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, di Jepang, anak-anak Sekolah Dasar (SD) sudah mengenal investasi saham, difasilitasi oleh Bursa negeri sakura tersebut.
"Menabung (di bank) itu prinsipnya musti punya KTP umurnya 18 tahun. Di Jepang sendiri ada tabungan saham junior, jadi mereka yang belum 18 tahun sudah bisa nabung saham," kata Tito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/2).

Menurut Tito, ada sejumlah masukan dari investor yang sudah sukses dan terbiasa berinvestasi saham, yang menceritakan anak-anak mereka ingin meniru perilaku orang tuanya agar bisa mandiri dalam keuangan, melalui investasi yang imbal hasilnya lebih tinggi dari perbankan.
"Nanti tentunya Yuk Nabung Saham Junior ini sistemnya sama dengan tabungan bank, atas nama orang tua tapi pakai QQ (Qualitate Qua, yang artinya mewakili) nama anaknya," jelas Tito.
Ia menargetkan, program Yuk Nabung Saham Junior ini bisa terealisasi pada Juni 2017. Terkait aturan, menurutnya tidak akan terlalu rumit karena memang di bank sudah bisa menerapkan tabungan junior, dengan tanggung jawab dan pengawasan dari rekening orang tua.
"Mudah-mudahan pada Juni ini bisa kita realisasikan," ujar Tito.
