Kumparan Logo

Anak Usaha Garuda (GMFI) Benahi Neraca, Akumulasi Rugi Rp 9,28 T Dihapus

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo yang menampilkan visual masker di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (1/10). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo yang menampilkan visual masker di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (1/10). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) GMF Aero Asia, mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melakukan kuasi reorganisasi. Langkah ini dilakukan untuk menghapus saldo laba negatif atau retained earnings deficit sebesar USD 512,9 juta atau Rp 9,28 T (dengan kurs Rp 18.097) yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu juga memperkuat struktur permodalan GMFI.

Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (28/7) di Auditorium Hanggar 4 GMF yang dihadiri oleh 117.160.915.458 suara atau sebesar 93,8524235 persen dari total saham dengan hak suara yang sah.

Dalam RUPSLB itu terdapat dua mata acara, yaitu pelaksanaan kuasi reorganisasi dan pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham, juga perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi membeberkan kuasi reorganisasi yang dilakukan tidak melibatkan setoran dana baru dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, juga tidak menimbulkan dilusi bagi pemegang saham.

“Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir,” kata Andi dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Dia berharap, langkah kuasi reorganisasi ini bisa meningkatkan fleksibilitas keuangan GMFI untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang.

Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan GMFI per 31 Januari 2026, saldo laba negatif Perseroan tercatat sebesar USD 512,9 juta. Penghapusan defisit tersebut dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar USD 299,6 juta, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar USD 1,1 juta, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar sebesar USD 212,2 juta.

Andi memastikan langkah tersebut juga telah memenuhi persyaratan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha. GMFI tercatat membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut berdasarkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.

Garuda Maintenance Facility AeroAsia GMF Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sepanjang 2023–2025, pendapatan GMFI meningkat 31,8 persen dari USD 373,21 juta pada 2023 menjadi USD 491,88 juta pada 2025. Pada periode yang sama, laba operasional meningkat 118,7 persen menjadi USD 60,57 juta, dan laba bersih tumbuh 68,4 persen menjadi USD33,97 juta. Kemudian pada kuartal I 2026 laba berjalan GMFI tercatat USD 6,76 juta.

“Kuasi reorganisasi menjadi fondasi penting bagi transformasi GMFI menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Kinerja GMFI ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan produktivitas operasional, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kapabilitas teknologi dan transformasi digital.

Selain itu, GMFI juga akan berfokus pada ekspansi bisnis melalui peningkatan kapasitas hanggar, penguatan segmen Defense & Government dan Industrial Solutions, hingga pengembangan lini bisnis aerostructure manufacturing. Tujuannya agar bisa memperluas pasar, meningkatkan daya saing dan membuka peluang kemitraan strategis baik di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, langkah kuasi reorganisasi juga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk mendukung pengembangan usaha sekaligus membuka peluang pembagian dividen pada masa mendatang, sesuai kondisi keuangan dan kinerja GMFI.

Setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB, GMFI akan melanjutkan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk masa pemberitahuan kepada kreditur selama 60 hari. Jika tidak terdapat keberatan, GMFI akan melanjutkan proses untuk memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum sebelum kuasi reorganisasi dapat efektif dilaksanakan.

"Dengan fundamental operasional yang semakin kokoh dan arah bisnis yang semakin jelas, kami optimistis dapat terus mengukuhkan posisi GMFI sebagai penyedia solusi MRO terintegrasi yang berdaya saing global," tutup Andi.

instagram embed