Bisnis
·
28 Oktober 2018 16:36

Anak Usaha PTPN Group Akan Ekspor 36 Juta Kilo Liter B20 ke Jepang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Anak Usaha PTPN Group Akan Ekspor 36 Juta Kilo Liter B20 ke Jepang (592032)
searchPerbesar
Kerja sama Indonesia Ekspor B20 ke Jepang di TEI 2018 di ICE BSD Tangerang, Minggu (28/10/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group menyepakati adanya ekspor bahan bakar biodesel 20 (B20) kepada perusahaan Jepang, Nano Fuel di hari terakhir gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2018.
ADVERTISEMENT
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang mendampingi pertemuan kedua belah pihak itu mengatakan Nano Fuel memiliki teknologi yang membutuhkan bahan bakar dari palm oil Indonesia, dalam hal ini B20.
“Saya sampaikan bahwa kita sudah B20 dan pemerintah juga sudah mempersiapkan mengambil langkah untuk B30 dan ada beberapa yang juga bahkan lebih loncat sudah mempersiapkan diri untuk lebih jauh dari itu. Tapi kita start dengan B20, 36 ribu (kilo liter) as a start,” kata Enggar selepas pertemuan di Ruang VVIP ICE BSD Tangerang, Banten, Minggu (28/10).
Lebih lanjut Enggar menyampaikan, pada pertemuan tersebut pihak Jepang juga hendak memastikan kesiapan Indonesia terkait keberlanjutan ekspor ke depannya.
“Nah kemudian mereka tentu mempertanyakan beberapa hal yaitu pertama mengenai sustainability. Sebab kalau ini perkembangannya besar, mereka tanya apakah kita siap untuk mengekspor,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, Enggar juga meyakinkan pihak Jepang jika soal gejolak harga dipastikan tak bakal jadi masalah.
“Mengenai harga, pasti harga itu lebih terjamin dibandingkan dengan migas yang lain karena itu lebih fluktuasi. Kita negara produsen terbesar di dunia untuk palm oil. Dan sekali lagi ini lebih friendly,” kata Enggar.
Anak Usaha PTPN Group Akan Ekspor 36 Juta Kilo Liter B20 ke Jepang (592033)
searchPerbesar
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Ia juga menyatakan B20 yang nantinya bakal diekspor akan dilengkapi dengan standar Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).
“Secapatnya tahun depan, kesepakatan kontrak dibuat sekarang,” tutupnya.
Sebagai informasi, selama delapan tahun sejak didirikan pada 2009, KPBN telah menjual sedikitnya 24 juta ton CPO produksi seluruh BUMN Perkebunan