Kumparan Logo

Anggaran Ketahanan Pangan Semester I 2025 Terserap Rp 46,9 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo Subianto mengendarai traktor pada cara panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo Subianto mengendarai traktor pada cara panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). Foto: Dok. kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan realisasi anggaran ketahanan pangan sepanjang semester I 2025 telah mencapai Rp 46,9 triliun. Angka itu setara 32,7 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

"Anggaran ketahanan pangan senilai Rp 46,9 triliun telah terealisasi 32,7 persen dari APBN," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (1/7).

Capaian ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh 47,5 persen. Pemerintah menggunakan anggaran tersebut untuk berbagai program, di antaranya cetak sawah, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), intensifikasi lahan, serta perbaikan irigasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kedua kiri) memberikan pemaparan pada konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/5/2025). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan dana sebesar Rp 16,4 triliun ke Perum Bulog sebagai upaya stabilisasi harga gabah dan beras di pasar. "Ini salah satu operasi Bulog terbesar dalam 7 tahun terakhir," tegasnya.

Sebagian anggaran lainnya dialokasikan untuk distribusi pupuk bersubsidi dengan target mencapai 3,7 juta ton.

Sri Mulyani juga menuturkan, program Makan Bergizi Gratis sudah menyerap dana Rp 5 triliun dan telah menjangkau sekitar 5,58 juta orang.

instagram embed