Anggota DPR Cecar Pencopotan Direktur Pertamina: Jadi Kambing Hitam!

14 Maret 2023 18:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi II di Forum Kilas Balik 10 Tahun Ombudsman. Foto: Darin Atiandina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi II di Forum Kilas Balik 10 Tahun Ombudsman. Foto: Darin Atiandina/kumparan
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat, Herman Khaeron, mencecar keputusan PT Pertamina (Persero) mencopot Direktur Penunjang Bisnis perusahaan Dedi Sunardi, imbas insiden kebakaran Depo Plumpang.
ADVERTISEMENT
Herman menyebutkan, kebakaran atau ledakan di aset Pertamina sudah beberapa kali terjadi, seperti di Kilang Balongan dan Kilang Cilacap beberapa tahun yang lalu, namun tidak ada kepastian penyebab dan mitigasinya.
Menurut dia, konteks kebakaran Depo Plumpang tidak hanya berbicara relokasi atau kepemilikan lahan Pertamina yang semakin sempit oleh pemukiman warga, melainkan berbicara implementasi Health Safety Security and Environment (HSSE).
"Ini menurut saya catatan buruk, apalagi kemudian bahwa atas kerugian itu mengorbankan seseorang, menurut saya agak aneh. Saya tanya sekarang di mana HSSE, di bawah siapa? Senior Vice President di bawah Dirut, betul?" ujarnya saat RDP Komisi VI DPR, Selasa (14/3).
Petugas pemadam kebakaran di lokasi depo pertamina plumpang yang terbakar, Sabtu (4/3) malam. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Herman pun menyebutkan operasional Pertamina Patra Niaga juga langsung di bawah koordinasi Dirut (Direktur Utama) Pertamina. Dia pun bertanya alasan pasti mengapa Dedi Sunardi yang kena copot.
ADVERTISEMENT
"Kenapa yang diberhentikan Dedi? Jangan lah mencari korban dalam situasi seperti ini, pertahankan soliditas direksi dan jangan mencari kambing hitam," tegas Herman.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap alasannya mencopot Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), Dedi Sunardi. Dedi dicopot usai tragedi kebakaran Terminal BBM Plumpang, Jakarta Utara.
Erick menuturkan, dia sudah mengingatkan kemungkinan kebakaran tersebut sejak dua tahun lalu. Namun, penjelasan mengapa jabatan direksi tersebut yang kena copot adalah keputusan mutlak Pertamina.
"Mencopot-copot juga kan enggak enak, tetapi saya punya alasan sudah dua tahun hal ini saya sudah minta untuk diagendakan dan distrategikan kejadian kemarin," tegasnya saat ditemui di Tennis Indoor Senayan, Kamis (9/3).
Erick mencontohkan salah satu bentuk tanggung jawab yang seharusnya dilakukan pejabat Pertamina, yaitu hadir di tengah para korban terdampak usai tragedi kebakaran Plumpang terjadi.
ADVERTISEMENT
"Saya kemarin meminta seluruh direksi Pertamina pulang, ada yang pulang, ada yang enggak pulang. Ya saya catat dong kalau enggak pulang. Ketika ada rakyat yang meninggal masa kita enggak hadir?" lanjut Erick.
"Saya saja pulang dari Surabaya, padahal saya ada event besar di Surabaya saya pulang. Hal-hal ini bagian dari tanggung jawab ya kita duduk sebagai pejabat publik," pungkas dia.