Anggota DPR Kritik BP2MI: Perusahaan Penyalur Pekerja Migran Mengkhawatirkan

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakan, kondisi perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia (PMI) sangat mengkhawatirkan.
Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2Ml) di DPR, Senin (28/3).
Felly pun menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi perusahaan penyalur PMI di Surabaya. Ia menuturkan, perusahaan PMI yang ia sambangi berbentuk ruko 2 lantai. Lantai pertama digunakan sebagai ruangan penerima tamu, sementara lantai kedua ruangan kosong untuk pelatihan.
"Yang diberikan di situ hanya bahasa, tapi pelatihan teknis saya tidak tahu diberikan di mana," kata Felly dalam rapat Komisi IX DPR RI, Senin (28/3).
Felly menjelaskan hal aneh yang terjadi di perusahaan penyalur PMI tersebut. Ia melihat calon PMI yang mayoritas adalah perempuan harus mengukur berat badan.
"Kemudian yang lebih aneh lagi dia harus ini yang saya lihat yang paling banyak mayoritas itu perempuan dan harus ukur berat badannya. Ini apa ini, mau diapain mereka di sana?" tanya Felly dengan nada meninggi.
Atas hal itu ia meminta kepada BP2MI untuk terus mengawasi para perusahaan PMI, yang mana yang pantas untuk mendapatkan izin.
"Ini yang perlu diperhatikan oleh BP2MI, keliling kita harus lihat mana yang pantas mendapatkan izin mana yang tidak pantas untuk mendapatkan izin karena persoalan yang ada di situ. Perempuan ini wanita-wanita anak bangsa kita harus diperhatikan," tegas Felly.
