Kumparan Logo

Anggota Komisi VI DPR Sentil Erick Thohir soal BUMN Tak Jadi Sponsor Formula E

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi menyerahkan piala kepada juara pertama, Mitch Evans,  tim Jaguar TCS Racing menjadi yang tercepat di Formula E Jakarta, Sabtu (4/6/2022). Foto: Instagram/@aniesbaswedan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi menyerahkan piala kepada juara pertama, Mitch Evans, tim Jaguar TCS Racing menjadi yang tercepat di Formula E Jakarta, Sabtu (4/6/2022). Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Perhelatan Formula E Jakarta e-Prix 2022 pada Sabtu (4/6) diwarnai perdebatan soal tak adanya kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sponsor di ajang balapan tersebut.

Tak adanya perusahaan pelat merah dalam sponsor Formula E Jakarta e-Prix disinggung oleh Anggota Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Aimah Nurul Anam, dalam rapat dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Selasa (7/6).

Menurut Mufti, seharusnya BUMN turut mendukung ajang balapan Formula E yang merupakan event internasional dan dapat mengharumkan nama bangsa. Apalagi, Presiden Jokowi juga menyempatkan datang ke sana sebelum acara digelar.

"Berapa bulan sebelum Formula E, Pak Jokowi datang ke sana. Kalau pak Jokowi datang, kita kan sebagai menteri, pembantu Presiden, harusnya paham Presiden ke sana memberikan sinyal kepada seluruh menterinya untuk bagaimana bisa membantu agar Formula E sukses, bisa menjadi kebanggaan bangsa kita," kata Mufti.

Mufti mengaku sedih melihat panitia Formula E seperti mengemis meminta sponsor BUMN. Menurut dia, memang ada berita anak usaha Pertamina kerja sama. Namun ternyata bukan sebagai sponsor, melainkan hanya memberi diskon pembelian BBM.

"Di medsos kalau kita lihat, pedas. Oh tentu enggak dibantu bukan panggungnya pak menteri. Ada juga yang bilang ini kalau acaranya menteri, jangankan sebulan proposal, satu menit sebelum acara bisa BUMN itu support," kata Mufti.

Menteri BUMN Erick Thohir bersama pekerja imigran Indonesia yang siap berangkat ke Korea Selatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (6/6/2022). Foto: Bank BNI

Banyaknya pendapat masyarakat seperti di media sosial, membuat ada yang beranggapan jika BUMN sengaja diinstruksikan agar tidak membantu Formula E karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan kompetitor Menteri BUMN.

"Ini bukan soal dukung siapa. Kalau capres kami punya Bu Puan, sehingga kami bilang bukan mendukung tidak mendukung. Harapan kami pak menteri public figur dan petugas negara lebih bijak lagi," katanya.

Mufti juga menyinggung selain proposal hanya dikirim satu bulan, alasan tidak adanya BUMN menjadi sponsor Formula E karena perusahaan negara sedang fokus pada ajang G20 di mana Indonesia menjadi Presidensi.

"Saya dapatkan data. Sekarang berapa keuntungan BUMN 2021? Yaitu Rp 1.613 triliun. Kalau kita bilang sponsorship perusahaan 5-10 persen, masa untuk G20 habis Rp 100 triliun? Kan tidak mungkin. Minimal Rp 1 miliar kasih lah," ujarnya.