Anggota Komisi VII DPR Optimistis MIND ID Dapat Harga Diskon Saham INCO

27 November 2023 18:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggota Komisi VII DPR dari partai Gerindra, Ramson Siagian. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi VII DPR dari partai Gerindra, Ramson Siagian. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Anggota Komisi VII DPR Fraksi Gerindra, Ramson Siagian, mengatakan posisi pemerintah atau MIND ID sangat kuat untuk mendapatkan diskon harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang akan dilepas 14 persen.
ADVERTISEMENT
Ramson menuturkan pihaknya juga mendukung pemerintah dapat berhasil menego harga saham INCO karena Kontrak Karya (KK) perusahaan akan habis di Desember 2025, sehingga mau tidak mau perusahaan menyetujui permintaan pemerintah.
"Itu salah satu variabel yang memperkuat posisi pemerintah untuk bargaining position untuk mendukung MIND ID menguasai, terutama untuk pengelolaan keuangannya," katanya saat ditemui di kompleks parlemen, Senin (27/11).
Dia mengakui belum mendapat bocoran atas proses divestasi saham INCO sebagai syarat mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tersebut. Namun, pihak Komisi VII akan terus memantau pelaksanaannya.
"Kita laksanakan dan pemerintah sudah ambil keputusan, tinggal pelaksanaannya harus secara bertahap dan nanti kita minta progresnya, baik dari operatornya ataupun regulator, yakni Menteri ESDM," lanjutnya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, memastikan harga yang perlu ditanggung Holding BUMN Pertambangan MIND ID untuk divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan dinego semurah-murahnya.
ADVERTISEMENT
Erick menuturkan, saat ini pihak pemerintah dan Vale masih dalam proses negosiasi harga saham yang dilepas 14 persen. Meski demikian, dia tidak bisa membeberkan progres dan kisaran harga saham yang akan ditetapkan.
"Ya kalau Vale kan kita masih negosiasi. Negosiasi harga semurah-murahnya," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Selasa (21/11).
Namun, jika Vale Indonesia tidak memenuhi kepentingan pemerintah dan BUMN atas harga saham tersebut, maka akan ada penyusutan lahan atau relinquishment. Hal ini juga menyusul Vale Indonesia yang belum melaksanakan komitmen investasi sesuai Kontrak Karya (KK).
"Ya enggak bisa (harga premium). Kalau itu kita relinquish sebagian punya mereka (lahan) yang enggak sesuai dengan komitmen," tegas Erick.
Harga Wajar Divestasi Saham INCO
Pabrik pengolahan Nikel milik PT Vale Indonesia (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan
Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat, menjelaskan patokan harga divestasi saham bukan harga pasar, melainkan nilai buku. Dia mengungkapkan, nilai buku INCO adalah Rp 4.000 per saham.
ADVERTISEMENT
Adapun per 27 November 2023, harga saham INCO yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipatok seharga Rp 4.520 per saham. Dengan begitu, nilai bukunya saat ini berada di bawah harga pasar.
Jika melihat proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebelumnya sebagai syarat mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), Teguh menyebut perusahaan menetapkan harga belinya 2 kali lipat nilai buku.
"Maka pemerintah harus beli saham INCO dari Vale pada harga 2 kali Rp 4.000, sama dengan Rp 8.000," ungkap Teguh saat dihubungi kumparan, Sabtu (25/11).
Teguh melanjutkan, jika pemerintah tetap memaksa Vale memberikan harga diskon sahamnya, kemungkinan harga yang ditawarkan perusahaan masih tetap di atas harga pasar yaitu di kisaran Rp 5.000-6.000 per saham.
ADVERTISEMENT
"Jadi harga Rp 5.000-6.000 itu bukan naik melainkan justru turun, karena patokannya bukan harga saham INCO di pasar yang sekarang Rp 4.500, melainkan harga Rp 8.000 itu tadi," pungkas Teguh.