Kumparan Logo

Anies Janji Atasi Deindustrialisasi RI, Bagaimana Caranya?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan melanjutkan kampanyenya di Sumatera Utara dengan menyampaikan gagasannya di depan masyarakat di GOR Pancing, Deli Serdang, Minggu(3/12/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan melanjutkan kampanyenya di Sumatera Utara dengan menyampaikan gagasannya di depan masyarakat di GOR Pancing, Deli Serdang, Minggu(3/12/2023). Foto: Dok. Istimewa

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, berjanji akan mengatasi masalah deindustrialisasi di Indonesia. Dia menargetkan kontribusi industri terhadap PDB nasional bisa tembus 23 persen pada 2029 nanti.

"Ke depannya kita dorong, kontribusi industri manufaktur turun 29 persen di 2012 menjadi 16 persen. Dalam hitungan kami, kami ingin kembalikan 22-23 persen di ujung ke tahun 2029, dalam lima tahun ke depan," kata Anies di acara Dialog Apindo Capres 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (11/12).

Strategi yang mau dijalankan Anies adalah melakukan reindustrialisasi, khususnya di sektor-sektor padat karya. Karena dia melihat sektor padat modal telah mengalami peningkatan investasi, tetapi tidak diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang masif.

"Datanya kalau tidak salah 2013 itu ada Rp 399 triliun investasi, di tahun 2022 itu sudah Rp 1.200 triliun, tetapi penyerapan tenaga kerja per triliun investasinya mengalami penurunan," ujar Anies.

Selain itu, Anies menegaskan akan menarik investasi asing terutama ke sektor-sektor industri yang bisa menyerap tenaga kerja yang besar. Pihaknya juga akan menyiapkan insentif untuk menarik minat investor asing tersebut.

Pemerintah Bantah RI Deindustrialisasi

Menperin Agus Gumiwang. Foto: Dok. Kemenperin

Pemerintah membantah Indonesia mengalami deindustrialisasi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pertumbuhan industri masih cukup baik.

BPS merilis bahwa pada kuartal III 2023 sektor industri pengolahan tumbuh 5,20 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi yang sebesar 4,94 persen pada periode yang sama.

Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB Nasional juga masih menjadi yang tertinggi dan meningkat menjadi 1,06 persen dari 0,99 persen pada triwulan III-2022.

Bahkan sektor industri kembali menduduki peringkat pertama atau menyumbang investasi terbesar yaitu 41,2 persen terhadap realisasi investasi nasional (sebesar Rp 433,9 triliun) sepanjang Januari-September 2023. Angka ini naik 18,8 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Di sisi ketenagakerjaan, sektor industri pengolahan juga menyerap 19,35 juta atau 13,83 persen dari total pekerja (data SAKERNAS BPS).

Bukti lain bahwa deindustrialisasi tidak terjadi pada industri manufaktur Indonesia saat ini adalah industri manufaktur terus berada dalam fase ekspansi sampai dengan bulan Oktober 2023. Indeks Kepercayaan Industri dan Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia terus berada di atas 50,00 atau level ekspansi hingga Oktober 2023.

“Hasil survei IKI pada Oktober 2023 juga menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih optimis terhadap kondisi usaha dalam enam bulan ke depan,” ujar Agus.

Optimisme ini juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terjaga pada zona optimis sebesar 121,7 pada bulan September 2023.

Agus menyebutkan indikator-indikator tersebut menunjukkan masih kuatnya sektor industri dalam menopang perekonomian domestik Indonesia mengarah pada arah berlawanan dengan deindustrialisasi dini.

"Kami akan terus mengupayakan agar sektor manufaktur dapat semakin meningkatkan produktivitas dan daya saingnya, serta mendukung terciptanya peluang pasar yang semakin besar bagi produk dalam negeri, baik domestik maupun ekspor,” tutur Agus.