Kumparan Logo

Anies ke Ngawi Usai Panen Padi di Cilacap, Mau Beli Gabah Petani

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan di Kabupaten Ngawi. Foto: PPID DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan di Kabupaten Ngawi. Foto: PPID DKI Jakarta

PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemkab Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta.

Penandatanganan perjanjian kerja sama Resi Gudang atau Warehouse Receipt System antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Ngawi yang diwakili Bupati Ngawi, Ony Anwar itu juga disaksikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pada umumnya saat panen raya gabah kering panen dihargai sangat rendah. Ia menjelaskan dengan kerja sama tersebut, Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi standby buyer dengan harga yang baik.

“Sehingga para petani tidak perlu susah-susah mencari pembeli. Dan petani tak perlu buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu meningkatkan kualitas sehingga harganya juga akan stabil,” kata Anies melalui akun facebook resminya, Minggu (25/4).

Selain itu, Anies mengatakan dengan menyimpannya di resi gudang petani juga bisa memanfaatkan sebagai jaminan mengambil pinjaman dari lembaga keuangan untuk pembiayaan musim tanam berikutnya.

“Dengan sistem resi gudang kita bisa menyimpan rata-rata 600 ton, target tahun 2021 sebanyak 1.000 ton,” ujar Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan di Kabupaten Ngawi. Foto: PPID DKI Jakarta

Untuk itu, Anies menyambut baik kerja sama yang sudah dilakukan tersebut. Selanjutnya, Anies membeberkan tujuan kerja sama yang dilakukan juga agar kebutuhan pangan di Jakarta terpenuhi dengan baik dan para petani memiliki sistem kerja yang memungkinkan mereka meningkatkan kesejahteraannya. Sehingga petani tidak terus menjadi yang paling akhir menikmati nilai tambah dari kegiatan produksi beras.

“Jakarta memiliki ketergantungan yang amat tinggi kepada produk pertanian dari luar Jakarta dan kami tidak ingin hanya menerima berasnya saja tetapi tak memikirkan kesejahteraan petaninya,” ungkap Anies.

Lebih lanjut, Anies menegaskan kerja sama antar daerah juga merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia memastikan Jakarta sebagai kota penyumbang perekonomian terbesar memberikan manfaat bagi daerah lain khususnya peningkatan kesejahteraan petani.

“Dengan sistem kerja sama yang dijalankan Food Station seperti contract farming dan resi gudang kita memastikan bahwa petani bisa mendapatkan manfaat yang makin baik dan besar sehingga lebih sejahtera,” tutur Anies.

“Ini bentuk ucapan terima kasih kami, balas budi kepada para petani yang sudah menyiapkan pangan bagi kami yang tinggal di perkotaan,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah. Dari akun media sosialnya diketahui, kunjungan pada Jumat (16/4) itu dilakukan dalam rangka panen padi milik BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya.

"Semalam tiba di Cilacap untuk hadiri acara panen raya BUMD DKI, Food Station, bekerja sama dengan Pemkab Cilacap," tulis Anies di akun facebooknya, Jumat (16/4).

Untuk diketahui, kerja sama Food Station dengan Pemkab Cilacap untuk penanaman padi sudah berlangsung setidaknya sejak 2018 lalu. Dikutip dari laman resmi Food Station, disebutkan kerja sama itu dilakukan dengan skema contract farming.