Anies: MRT Akan Terintegrasi dengan TransJakarta, Mikrolet, hingga KRL

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dalam menyusun kajian integrasi layanan antarmoda transportasi yang ada di DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, transportasi yang akan diintegrasikan itu tak hanya TransJakarta dan MRT Jakarta, melainkan juga mikrolet, bus rapid transit, commuter line, hingga LRT Jakarta.
“Integrasi bukan hanya TransJakarta dan MRT, tapi seluruh moda. Sehingga ini jadi paket integrasi,” ujarnya di Kantor Transportasi Jakarta, Cawang, Jakarta, Jumat (23/11).
Adapun dalam kajian itu, menurut dia yang dibahas ialah mengenai integrasi rute, integrasi tiket, dan integrasi layanan. Sebab tujuan dari kajian yang akan dibahas ini agar masyarakat nyaman menggunakan transportasi umum.
“Ada aspek keterjangkauan di sini, dari sisi jarak dan dari sisi harga, sehingga ada keamanan, kenyamanan, ketersambungan,” kata Anies.

Dia menambahkan, kajian yang akan dibahas itu akan menghasilkan pedoman integrasi transportasi yang ada di DKI Jakarta. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan lebih mudah dalam mengakses transportasi umum.
“Arahannya penduduk Jakarta dalam jangkauan 500 meter dari tempat dia tinggal atau bekerja bisa mendapat transportasi umum,” bebernya.
Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar menjelaskan dalam kajian ini, pihaknya akan melibatkan ahli transportasi dari perguruan tinggi dan komunitas, serta mendengarkan aspirasi dari masyarakat.
“Kami akan lapor ke pemerintah bulan Januari 2019 nanti. Aspirasi dari ahli, komunitas dan masyarakat itu dimasak jadi sebuah studi, dan akan dipresentasikan ke pemerintah,” ucapnya.
Dia pun mengungkapkan dalam integrasi ini, tak ada penumpang dari masing-masing moda transportasi yang akan diperebutkan. Sebab tujuan dari kajian ini adalah antar transportasi saling tersambung.
