Kumparan Logo

Anies Rajin Amankan Pasokan Pangan, Bagaimana Harga Beras Jakarta?

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan di Lokasi Panen Padi Raya, Cakung Foto: Nabila Fatiara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan di Lokasi Panen Padi Raya, Cakung Foto: Nabila Fatiara/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan ini menunjukkan aktivitasnya menjaga pasokan pangan atau beras. Hal tersebut terlihat saat Anies memanen padi di Cilacap, Jawa Tengah.

Usai dari Cilacap, Anies melanjutkan upayanya menjaga pasokan pangan dengan berangkat ke Kabupaten Ngawi, memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta.

Upaya menjaga pasokan beras nantinya tentu berdampak ke harga di pasaran. Lalu, bagaimana kondisi harga beras di Jakarta?

Melihat data di infopangan.jakarta.go.id, harga beras pada hari Senin (26/4) terpantau mayoritas turun. Namun penurunan harga dibanding hari Minggu (25/4) tidak begitu signifikan.

Beras IR I (IR 64) turun Rp 201 menjadi Rp 11.334 per kg, beras IR III (IR 64) dibanderol Rp 9.575 per kg atau turun Rp 202, beras muncul I turun Rp 225 menjadi Rp 11.868 per kg.

Selanjutnya beras IR 42/Pera Rp 12.168 per kg atau turun Rp 84, dan beras sentra I/premium turun Rp 95 atau menjadi Rp 12.335 per kg. Sementara itu, kenaikan hanya terjadi untuk jenis beras IR II (IR 64) Ramos naik Rp 46 menjadi Rp 10.763 per kg.

Anies Baswedan di Lokasi Panen Padi Raya, Cakung Foto: Nabila Fatiara/kumparan

Kerja Sama BUMD DKI dengan Pemkab Cilacap

Kerja sama Food Station dengan Pemkab Cilacap untuk penanaman padi sudah berlangsung setidaknya sejak 2018 lalu. Dikutip dari laman resmi Food Station, disebutkan kerja sama itu dilakukan dengan skema contract farming.

Yakni BUMD Food Station milik Pemprov DKI Jakarta, bekerja sama dengan kelompok tani di Cilacap untuk melakukan penanaman padi. Hasil panen-nya dipasok untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Jakarta, melalui Food Station.

Sebagai kerja sama bisnis, hal ini merupakan kesepakatan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Kerja Sama dengan Pemkab Ngawi, Mau Beli Gabah Petani

Selain di Cilacap, PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemkab Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta.

Penandatanganan perjanjian kerja sama Resi Gudang atau Warehouse Receipt System antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Ngawi yang diwakili Bupati Ngawi, Ony Anwar itu juga disaksikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pada umumnya saat panen raya gabah kering panen dihargai sangat rendah. Ia menjelaskan dengan kerja sama tersebut, Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi standby buyer dengan harga yang baik.

"Sehingga para petani tidak perlu susah-susah mencari pembeli. Dan petani tak perlu buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu meningkatkan kualitas sehingga harganya juga akan stabil," kata Anies melalui akun facebook resminya, Minggu (25/4).

Selain itu, Anies mengatakan dengan menyimpannya di resi gudang petani juga bisa memanfaatkan sebagai jaminan mengambil pinjaman dari lembaga keuangan untuk pembiayaan musim tanam berikutnya. Dengan sistem resi gudang kita bisa menyimpan rata-rata 600 ton, target tahun 2021 sebanyak 1.000 ton.