kumparan
25 Maret 2019 9:50

Anies: Tarif MRT Akan Diputuskan Hari Ini

Suasana di dalam kereta MRT, Senin (25/3). Foto: Darin Atiandina/kumparan
Moda Raya Terpadu (MRT) Fase I Bundaran HI-Lebak Bulus sudah diresmikan Presiden Joko Widodo. Namun, tarif yang harus dibayarkan oleh masyarakat untuk menikmati MRT belum disepakati oleh Pemprov DKI dengan DPRD DKI.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tarif MRT akan disetujui hari ini. Rencananya persetujuan tersebut dilakukan dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) yang digelar di DPRD DKI.
“Hari ini nanti akan diputuskan bersama dengan dewan. Secara umum seperti saya sampaikan kemarin rata-rata adalah Rp 1.000 per km. Rata-rata Rp 10.000, tapi penentuan itu bukan tarif rata-rata, tarif flat,” kata Anies di Halte Transjakarta Bundaran HI sebagai halte pertama yang terintegrasi dengan stasiun MRT, Senin (25/3).
Anies belum mau menjelaskan secara detail perhitungan tarif MRT. Namun menurut dia, tarif yang diberlakukan bukanlah tarif flat tetapi antarstasiun.
“Tarifnya antarstasiun, nanti kalau sudah selesai diketok maka anda akan lihat tabel. Dari stasiun A ke stasiun B berapa, dari stasiun C ke stasiun E berapa. Jadi tarifnya bukan flat tapi tarif antarstasiun,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Anies menjelaskan nantinya masyarakat yang menikmati MRT kartunya akan dijadikan satu dengan transportasi lain. Hal itu dilakukan, kata Anies, untuk memulai proses pengintegrasian antar moda transportasi khususnya di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah) menunjukkan kartu tiket MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (25/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
“Ya jadi sekarang (nanti) kartunya sudah jadi satu. Nanti ketika sudah komplet akan jadi satu. Seperti kami katakan kemarin, kami tidak ingin lagi pengelolaan ini sendiri-sendiri. Karena sekarang masih sendiri-sendiri. Transjakarta sendiri, MRT sendiri, ke depan ini akan dijadikan satu,” ujar Anies.
Anies mengatakan dengan dijadikan satu tiket saja, maka subsidi yang diberikan kepada semua moda transportasi bisa digabung menjadi satu. Untuk itu, Anies menegaskan pembangunan sarana transportasi seperti halte dan stasiun akan dibuat nyambung.
“Sekarang kita coba satu (Halte Transjakarta Bundaran HI dan Stasiun MRT Bundaran HI). Tapi ke depan pembangunan MRT yang berikutnya akan dibangun secara terintegrasi. Jadi tidak nyusul dibangun kemudian,” terang Anies.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah menghitung untuk mensubsidi tiket MRT Jakarta sebesar Rp 21.659, sehingga harga tiketnya menjadi Rp 10.000 per penumpang untuk rute terjauh.

Agar tarif bisa Rp 10.000 per penumpang, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan subsidi dengan total mencapai Rp 672,38 miliar. Besaran subsidi ini hanya digunakan khusus untuk tahun 2019 ini. Adapun estimasi jumlah penumpang pada 2019 untuk MRT Jakarta yakni 65.000 per hari.

Angka subsidi yang sangat besar ini ternyata ditolak oleh DPRD DKI Jakarta. Dengan tarif Rp 10.000, maka dipastikan satu orang penumpang MRT disubsidi Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 21.659.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan