Kumparan Logo

Antam Bakal Kelola Blok Wabu Bekas Freeport, Ini Potensi Sumber Daya Emasnya

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karyawan melayani warga yang akan menjual emasnya di Butik Emas Logam Mulia Antam (8/1). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan melayani warga yang akan menjual emasnya di Butik Emas Logam Mulia Antam (8/1). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

PT Aneka Tambang Tbk (Persero) atau Antam diminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengelola Blok Wabu di Kabupaten Intan Jaya, Papua atau 40 kilometer sebelah utara Grasberg. Blok ini merupakan lahan tambang bekas PT Freeport Indonesia yang belum dieksplorasi untuk dicari cadangan terbuktinya.

Senior Vice President for Exploration Division MIND ID (Holding BUMN Tambang), Wahyu Sunyoto mengatakan, potensi kandungan emas di Blok Wabu sudah dibahas sejak 1999 oleh PT Freeport Indonesia. Berdasarkan pendataan yang dilakukan saat itu, potensi sumber dayanya mencapai 8,1 juta troy ounce.

"Kami sudah melakukan kajian dulu. Di situ sudah ada bagaimana nanti sistem penyebarannya secara detail. Perhitungan seperti apa. Dan cadangan emas di Wabu sangat tinggi dan sudah terbukti. Itu totalnya ya, sumber daya di sana sekitar 8,1 million (juta) dan ini mempunyai potensi, masih sangat besar," kata Wahyu dalam diskusi Tambang untuk Peradaban secara virtual, Kamis (22/10).

Infografik Gunung Emas Blok Wabu Foto: kumparan

Adapun untuk kadar emas dalam bijih emas yang bisa digali di Blok Wabu, diperkirakan cukup tinggi. Wahyu menyebut, rata-rata kadar emas dalam satu ton bijih emas yang digali sekitar 2,17 gram. Bahkan, di beberapa spot, ada yang sampai 72 gram per 1 ton bongkahan bijih emas.

Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Selasa (3/9). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Rata-rata kadar emas per gram dalam 1 ton bijih emas di Blok Wabu ini bahkan lebih besar dari kadar emas di tambang Grasberg Freeport yang hanya memiliki rata-rata 1 gram emas dalam 1 ton bijih emas.

"72 gram per ton. Tapi kadar rata-rata 2,17 gram per ton. Jadi sangat tinggi dan terbukti ada," katanya.

Antam yang diminta Erick mengelola Blok Wabu pun menyatakan kesiapannya. Menurut, General Manager Unit Geomin dan Technology Development Antam, Tri Hartono, perseroan telah memiliki pengalaman menggarap tambang emas di Pongkor dan Cibaliung.

Kata Tri, saat ini proses pengelolaan Blok Wabu masih dalam tahap perencanaan internal perusahaan. Dia mengatakan Blok Wabu menjadi harapan baru bagi Antam sebagai perseroan yang menjual produk hilir emas berupa logam mulia.

"Ya tentunya ini menjadi harapan baru bagi Antam. Apabila memang nanti kami ditugaskan untuk mengelola ini, kami siap. Wabu ini sangat potensial untuk dikembangkan ke depannya," katanya.

Sebelum diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir menyurati Menteri ESDM Arifin Tasrif agar Antam bisa mengelola Blok Wabu. Alasannya, karena sebagai perusahaan tambang yang menjual emas batangan, Antam justru tidak punya area emas yang bisa digali sendiri.