Kumparan Logo

Antisipasi Virus Corona, Erick Thohir Akan Produksi 6 Juta Lembar Masker

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemeriksaan suhu tubuh di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Rabu (11/3). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemeriksaan suhu tubuh di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Rabu (11/3). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Kimia Farma Tbk (Persero) atau KAEF, akan memproduksi 6 juta masker untuk memenuhi kebutuhan akibat mewabahnya virus corona. Produksi masker akan mulai dilakukan pada April 2020.

Saat ini, stok masker yang dimiliki BUMN terpantau naik turun. Untuk pasokan di Jakarta dan Padang terpantau aman, tapi di Manado sudah habis.

"Jujur stok masker di KAEF up and down, tergantung kebutuhan. Ini kita coba produce lagi yang pasti di April itu bisa 6 juta, di Maret ini kita berusaha," kata dia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3).

Erick Thohir mengatakan 6 juta lembar masker itu akan diproduksi sendiri oleh BUMN. Akan tetapi, bahan bakunya masih impor, menggunakan stok dari China.

Jika stok dari China habis, ke depannya bakal impor dari India. Negara itu dipilih usai virus corona di Eropa makin serius. Sebelumnya, Erick bilang mau mengimpor dari sana.

Para penumpang KAI mengenakan masker pada sosialisasi pencegahan corona di Stasiun Depok, Jumat (6/3). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Erick Thohir berharap ke depannya BUMN bisa memproduksi bahan baku masker. "Makanya ke depan masalah bahan baku masker ini yang kertas kecil itu kita kalau bisa buat sendiri kenapa tergantung negara lain," jelasnya.

Erick yang datang ke Terminal 3 Bandara Soetta tak menggunakan masker. Dia bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo berkeliling terminal tanpa pelindung mulut tersebut karena hanya digunakan bagi yang sakit.

"Jadi bukannya saya gaya-gayaan enggak mau pake masker, kan di sini cuma mohon maaf cuma sejam. Kecuali kayak Pak Awal (Dirut Angkasa Pura II) kaya beliau beliau 24 jam di sini. Risiko masuk (tertular) itu akan ada," jelasnya.