Bisnis
·
3 Februari 2020 15:11

APL Resmikan Gudang Distribusi Produk Kesehatan Rp 300 M di Cikarang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
APL Resmikan Gudang Distribusi Produk Kesehatan Rp 300 M di Cikarang (162338)
Presiden Direktur APL, Christophe Piganiol di acara peresmian National Distribution Center milik PT Anugerah Pharmindo Lestari, di Cikarang, Senin (3/2). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan dan farmasi, meresmikan National Distribution Center (NDC) baru milik mereka, Senin (3/2). APL merupakan anak usaha dari Zuellig Pharma.
ADVERTISEMENT
NDC atau gudang untuk mendistribusikan produk kesehatan ini dibangun di kawasan Jababeka Cikarang, Bekasi, di atas lahan seluas 39.930 meter persegi.
Presiden Direktur APL, Christophe Piganol mengatakan untuk membangun NDC ini, pihaknya menggelontorkan investasi sebesar Rp 300 miliar. Hal itu ia lakukan untuk memaksimalkan distribusi produk kesehatan.
NDC merupakan warehouse berskala nasional yang bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan distribusi layanan dan produk kesehatan untuk membuat bangsa Indonesia menjadi lebih sehat. Investasi APL ini bernilai lebih dari Rp 300 Miliar,” ujar Christophe memberi sambutan, Senin (3/2).
Selain itu, NDC di Cikarang ini dilengkapi dengan 16 dok pemuatan serta beberapa jenis ruang temperatur. Gudang itu juga mampu menampung produk kesehatan hingga kapasitas 16.000 palet.
ADVERTISEMENT
NDC Cikarang mampu menampung produk kesehatan dalam kapasitas lebih dari 19,000 palet dengan memiliki beberapa jenis ruang temperatur sehingga distribusi produk akan lebih tepat waktu, tepat guna, dan tempat yang tepat dengan kualitas produk terbaik. NDC juga memiliki 16 total loading dock yang dilengkapi dengan inflatable dock shelter dan dock leveler,” jelasnya.
APL Resmikan Gudang Distribusi Produk Kesehatan Rp 300 M di Cikarang (162339)
Presiden Direktur APL, Christophe Piganiol (kanan) di peresmian National Distribution Center milik PT Anugerah Pharmindo Lestari, di Cikarang, Senin (3/2). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Sementara itu, CEO Zuellig Pharma John Davison mengatakan dalam pembangunan gedung distribusi ini, pihaknya membantu dalam pengembangan teknologi yang digunakan. Ia juga berperan memastikan agar APL tidak menerima produk palsu.
“Sejalan dengan strategi industri 4.0 di Indonesia, kami mendukung APL melalui transfer teknologi dan pengetahuan, serta mengintegrasikan dan menyesuaikan solusi digital untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang. Kami juga membantu memerangi produk palsu dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang dikembangkan dengan SAP dan kemampuan analitik data yang canggih,” jelas John.
ADVERTISEMENT
Dalam acara peresmian tersebut, APL juga menerima dua sertifikat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yakni Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) kategori Cold Chain Product dan Obat Lain kepada Pedagang Besar Farmasi APL.
“Kami mengapresiasi langkah inovatif APL dengan membuka National Distribution Center dan telah menerima sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dari Badan POM. Saya berharap National Distribution Center dapat mendukung upaya pemerintah dalam memberikan layanan distribusi kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengawasan Obat dan Narkotika BPOM, Rita Endang.
APL sendiri mengeklaim saat ini sudah mengoperasikan satu NDC dan 26 gudang farmasi berstandar internasional tertinggi di 26 kota di seluruh Indonesia. Tenaga penjualan APL ada di 504 kota, menjangkau lebih dari 25.000 pelanggan. 60.000 pelanggan tidak langsung dilayani melalui jaringan sub-distribusi regional yang disesuaikan.
APL Resmikan Gudang Distribusi Produk Kesehatan Rp 300 M di Cikarang (162340)
Suasana di acara peresmian National Distribution Center milik PT Anugerah Pharmindo Lestari, di Cikarang, Senin (3/2). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white