Kumparan Logo

Arab Saudi Siap Suntik Investasi Miliaran Dolar AS ke Indonesia

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Seskab, Pramono Anung  (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Seskab, Pramono Anung (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Indonesia bersiap kedatangan rombongan besar yang dipimpin oleh Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud. Rencananya, Raja Salman akan datang ke Indonesia pada 1 hingga 9 Maret 2017 mendatang dengan membawa sekitar 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan Raja Salman dan membicarakan banyak hal, salah satunya soal investasi. Kedua tokoh tersebut juga akan menyaksikan langsung penandatanganan berupa suntikan modal investasi senilai 60 juta dolar AS oleh perusahaan asal Arab Saudi, Saudi Aramco, untuk proyek perluasan kapasitas dan kompleksitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) di Cilacap, Jawa Tengah.

"Dan dalam kunjungan ini nanti akan ditandatangani investasi Saudi Arabia di Indonesia, Saudi Aramco di Cilacap senilai 60 juta dolar AS," ungkap Pramono di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/2).

Kilang minyak di Cilacap (Foto: Dokumentasi bumn)
zoom-in-whitePerbesar
Kilang minyak di Cilacap (Foto: Dokumentasi bumn)

Selain investasi di kilang minyak, ada banyak investasi yang sudah dilirik oleh para investor asal Arab Saudi. Sektor-sektor yang sudah dibidik misalnya pariwisata, keuangan, dan rumah murah.

"Kemudian juga akan ada proyek lain yang akan ditandatangani kurang lebih sebesar 1 miliar dolar AS dan proyek-proyek lainnya," imbuhnya.

Namun menurut hitung-hitungan pemerintah, nilai investasi tersebut terbilang masih kecil. Menurut Pramono, Presiden Jokowi menginginkan investasi Arab Saudi di Indonesia bisa mencapai 25 miliar dolar AS.

"Tadi Bapak Presiden mengharapkan bahwa investasi Saudi Arabia ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai dengan 25 miliar dolar AS," sebutnya.