Kumparan Logo

Arsjad: Bill Gates Ingin Kolaborasi Swasta-Pemerintah Atasi Masalah Sosial

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Pengawas/Chair Board of Trustee Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid saat acara Coffee Break bersama media, Jumat (2/5/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Pengawas/Chair Board of Trustee Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid saat acara Coffee Break bersama media, Jumat (2/5/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Pebisnis sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan salah satu tujuan Bos Microsoft Bill Gates berkunjung ke Indonesia pada Rabu (7/5).

Bill Gates menemui Presiden Prabowo hari ini sebagai Founder Gates Foundation (Filantropi) yang menghibahkan USD 159 untuk program yang berdampak pada masalah sosial dan pendidikan.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan bahwa kunjungan suami dari Melinda Gates ini juga bertujuan untuk mengkolaborasikan antara swasta dan pemerintah dalam hal mengelola dana hibah.

"Bagaimana swasta bisa memberikan kontribusi lebih dalam mengatasi dampak sosial, khususnya misalkan pendidikan. Dan juga secara langsung untuk nutrisi yang di mana itu sangat berkaitan dengan program Pak Presiden Makan Bergizi Gratis," kata Arsjad ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Rabu (7/5).

Sebelumnya Prabowo mengungkap Bill Gates memberikan dana hibah sebesar USD 159 juta ke Indonesia. Ini disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan Bill Gates di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (7/5) pagi.

"Beliau telah memberi hibah ke Indonesia senilai USD 159 juta," ucap Prabowo.

Prabowo menjelaskan, keseluruhan dana itu terdiri untuk bidang kesehatan sebesar USD 119 juta, pertanian USD 5 juta. Kemudian teknologi USD 5 juta. Lalu, bantuan sosial lainnya di lintas sektoral dengan total lebih dari USD 28 juta.

"Di kesehatan USD 119 juta, pertanian USD 5 juta, teknologi USD 5 juta, bantuan sosial lainnya lintas sektor totalnya lebih dari USD 28 juta," ujarnya.