Arya Sinulingga Beberkan Kondisi Menyedihkan BUMN Sebelum Erick Thohir Masuk

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, membeberkan kondisi BUMN yang dinilai menyedihkan sebelum upaya transformasi yang digalakkan Erick Thohir sejak 4 tahun lalu.
Arya mengungkapkan ada beberapa hal yang dilakukan Erick Thohir. Pertama, reformasi birokrasi di tubuh Kementerian BUMN, yaitu yang tadinya ada 9 deputi dipangkas menjadi 3 saja, dan memiliki 2 wakil menteri (Wamen).
3 deputi tersebut meliputi Deputi Bidang Keuangan Dan Manajemen Risiko, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi, dan Deputi Bidang Hukum dan Perundang-Undangan.
Khusus terkait terciptanya deputi di bidang hukum, kata Arya, dilandaskan betapa bobroknya kondisi hukum BUMN, bahkan saling menggugat di meja persidangan dan kejaksaan.
"Kita melihat masalah hukum ini banyak sekali dialami BUMN, bahkan lebih menyedihkan dulu antar BUMN saling gugat di kejaksaan sampai pengadilan, effort-nya sangat besar," ungkap Arya saat Ngopi BUMN di Kementerian BUMN, Kamis (26/10).
Arya memastikan, kondisi tersebut sudah tidak dialami BUMN lagi setelah ada transformasi dan reformasi birokrasi. Selain itu, perusahaan pelat merah juga bisa berbenah dari sisi manajemen risiko.
"Praktis sekarang BUMN tidak ada saling gugat, karena semua diselesaikan di Kementerian BUMN, kan lucu saudara sendiri. Tapi bukan artinya masalah hukum bisa selesai baik-baik, tapi problemnya perdata utang dan lainnya bisa selesai di meja kita," ujar Arya.
Selain di tubuh Kementerian BUMN, transformasi juga dilakukan melalui restrukturisasi BUMN, baik itu merger maupun holdingisasi. Sehingga jumlah perusahaan BUMN dipangkas menjadi 40 saja.
"Kita restrukturisasi BUMN dari 140 sekian tinggal 40 BUMN. Itu sebuah perubahan besar baik merger atau holdingisasi," tutur Arya.
Sebelumnya, laba bersih BUMN secara konsolidasi mencapai Rp 183,9 triliun di semester I 2023, naik 12,9 persen dari periode tahun lalu atau year on year (yoy). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan laba perusahaan negara terus naik selama empat tahun terakhir.
Pada tahun 2022 lalu, laba bersih BUMN mencapai Rp 309 triliun atau naik 147,8 persen dari 2021. Capaian tersebut merupakan capaian tertinggi di sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2022.
Pada tahun 2019, laba bersih BUMN sebesar Rp 124,99 triliun, sedangkan di tahun 2020 menurun akibat pandemi menjadi sebesar Rp 13,29 triliun. Tahun 2021, BUMN kembali bangkit sehingga mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 124,71 triliun.
Laba bersih tersebut bersumber dari peningkatan Pendapatan Usaha BUMN paruh pertama tahun 2023 (semester I 2023) sebesar Rp 1.389 triliun atau naik 2,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
