Kumparan Logo

AS dan Korsel Sepakati Perjanjian Dagang Senilai USD 350 Miliar, Ini Rinciannya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menghadiri pertemuan bilateral di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (25/8/2025). Foto: Mandel Ngan / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menghadiri pertemuan bilateral di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (25/8/2025). Foto: Mandel Ngan / AFP

Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan merilis rincian perjanjian dagang pada Jumat (14/11), yang mencakup rencana investasi Korea Selatan senilai USD 150 miliar di sektor perkapalan Amerika serta tambahan USD 200 miliar untuk sektor-sektor industri lainnya, menurut pernyataan kedua negara.

Pengumuman bersama ini dilakukan setelah pertemuan pada Oktober lalu antara Presiden Korsel Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump, di mana keduanya sepakat pemangkasan tarif impor AS atas produk Korea Selatan menjadi 15 persen dari sebelumnya 25 persen.

“Negosiasi perdagangan, komersial, dan keamanan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, yang selama ini menjadi salah satu variabel terbesar bagi ekonomi dan keamanan kita, akhirnya telah diselesaikan,” kata Lee pada Jumat (14/11), dikutip dari Reuters.

“Persaingan yang baik membutuhkan mitra yang baik pula, dan saya percaya keputusan rasional Presiden Trump berperan signifikan dalam tercapainya kesepakatan bermakna ini,” tambahnya.

Pengumuman tersebut mengakhiri lebih dari tiga bulan negosiasi ketat terkait tarif Trump yang menargetkan berbagai mitra dagangnya di seluruh dunia. Adapun Korea Selatan sebelumnya sangat khawatir akan potensi tarif tinggi yang dapat menghantam ekspor utamanya, seperti semikonduktor dan mobil.

Lee, yang baru menjabat lima bulan dengan mandat memulihkan negara dari gejolak politik akibat kegagalan upaya penerapan darurat militer oleh pendahulunya, berupaya meraih kemenangan diplomatik dini dengan mengubah ancaman ekonomi ini menjadi peluang untuk meningkatkan posisi perdagangan dan keamanan Korea Selatan.

Di bawah kesepakatan tersebut, Lee mengatakan Korea Selatan akan membentuk kemitraan baru dengan AS di sektor perkapalan, kecerdasan buatan, dan industri nuklir, membantu sekutunya “membangun kembali industri-industri krusial, sebagaimana AS pernah membantu Korea Selatan di masa lalu.”

Lembar fakta yang dirilis Gedung Putih menyebut AS memberikan persetujuan bagi Korea Selatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, dan Washington akan bekerja sama dengan Seoul untuk mencari “cara penyediaan bahan bakar.”

Gedung Putih juga menyatakan bahwa Korea Selatan akan menanamkan USD 350 miliar di AS, termasuk USD 150 miliar untuk sektor perkapalan.

Stabilitas Valuta Asing Korea Selatan

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan pidato dalam upacara peringatan Hari Angkatan Bersenjata ke-77 di Gyeryong, Rabu (1/10/2025). Foto: KIM HONG-JI/AFP

Washington juga menyetujui permintaan Korea Selatan agar investasi tunai sebesar USD 200 miliar dalam paket USD 350 miliar dilakukan melalui cicilan tahunan tidak lebih dari USD 20 miliar, guna menjaga kestabilan nilai won.

Lembar fakta itu menegaskan kedua negara memiliki “pemahaman bersama” bahwa investasi Korea Selatan tidak boleh menimbulkan instabilitas pasar.

Jika tanda-tanda ketidakstabilan muncul, Korea Selatan dapat mengajukan penyesuaian jumlah dan waktu pendanaan, dan Amerika Serikat akan mempertimbangkan permintaan tersebut dengan itikad baik.

Adapun AS akan memangkas tarif untuk produk-produk Korea Selatan, termasuk mobil, menjadi 15 persen dari 25 persen. Untuk komoditas semikonduktor, salah satu ekspor utama Korea Selatan yang diproduksi oleh perusahaan seperti Samsung Electronics dan SK Hynixc tarif akan diberlakukan tidak kurang menguntungkan dibandingkan Taiwan, menurut penasihat presiden.

Kesepakatan ini menunjukkan Lee berhasil membuat terobosan dalam inisiatif keamanan dan energi besar, termasuk pembangunan kapal selam nuklir dan perluasan kemampuan energi nuklir Korea Selatan.

Penasihat keamanan nasional Lee mengatakan kedua negara membahas kapal selam bertenaga nuklir dengan “premis” bahwa kapal tersebut akan dibangun di Korea Selatan.

Trump sebelumnya menyatakan kapal selam tersebut akan dibuat di galangan kapal milik Korea di Philadelphia. Sebagai bagian dari kesepakatan, AS berjanji untuk bekerja sama dalam mencari cara agar Korea Selatan dapat memperkaya uranium dan memproses ulang bahan bakar nuklir bekas.

Para analis mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan apakah Korea Selatan memperoleh kesepakatan yang lebih baik dibandingkan Eropa dan Jepang.

Doo Jin-ho, analis keamanan di Korea Research Institute for National Security, mengatakan bahwa memperoleh kapal selam nuklir bukanlah “pengubah permainan,” tetapi jelas lebih baik dibandingkan sistem senjata lainnya untuk meningkatkan deterrence terhadap Korea Utara.

Kim Dong-yup, mantan perwira Angkatan Laut dan kini akademisi di Universitas Kyungnam, mengatakan bahwa kesepakatan energi dan keamanan nuklir berarti beban biaya pertahanan Korea Selatan akan meningkat, namun Lee menghadapi “pilihan yang tak terhindarkan.”

Pernyataan bersama itu menyebut Washington mendukung proses yang akan mengarah pada pengayaan uranium sipil dan pemrosesan ulang bahan bakar nuklir bekas untuk tujuan damai.

Perjanjian dagang tersebut pertama kali diumumkan pada Juli, ketika Korea Selatan sepakat menanamkan dana ratusan miliar dolar dalam proyek-proyek AS sebagai imbalan pemangkasan tarif.

Presiden AS Donald Trump hadiri diskusi meja bundar tentang antifa, sebuah gerakan anti-fasis yang ditetapkan Trump sebagai "organisasi teroris" domestik di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (8/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS

Rincian Kesepakatan Dagang AS-Korsel

1. Perdagangan

AS dan Korea Selatan menyepakati tarif impor AS atas mobil dan suku cadang mobil dari Korea Selatan ditetapkan di 15 persen, turun dari 25 persen, sejajar dengan tarif Jepang.

Tanggal efektif tarif mobil akan berlaku mundur ke 1 November, setelah kesepakatan difinalisasi dan RUU paket investasi USD 350 miliar diajukan ke Parlemen Korea Selatan.

Impor AS atas produk kayu dan farmasi dari Korea Selatan akan dikenakan tarif maksimum 15 persen, sedangkan komponen pesawat terbang dan obat generik akan bebas tarif.

Untuk semikonduktor, AS akan memberikan ketentuan tidak kurang menguntungkan dari negara lain, termasuk Taiwan.

Kedua negara juga sepakat bekerja untuk mengatasi hambatan non-tarif terkait produk pertanian Korea Selatan dan layanan digital, termasuk akses pasar daging AS, regulasi platform online, serta transfer lintas batas data lokasi.

Korea Gas menandatangani kesepakatan pembelian sekitar 3,3 juta metrik ton LNG AS per tahun sebagai bagian dari kontrak jangka panjang.

2. Investasi

Dari total investasi USD 350 miliar, Korea Selatan akan menyediakan USD 200 miliar dalam bentuk tunai melalui cicilan bertahap, tidak lebih dari USD 20 miliar per tahun, demi menjaga stabilitas won.

Korea Selatan akan berupaya memperoleh dolar AS tanpa membeli langsung dari pasar untuk meminimalkan dampaknya terhadap nilai tukar domestik.

Korea Selatan dapat meminta penyesuaian waktu atau jumlah pendanaan jika pasar menunjukkan ketidakstabilan.

Sisa USD 150 miliar akan diarahkan untuk kerja sama perkapalan, termasuk pinjaman dan jaminan dari lembaga kebijakan serta investasi sektor swasta Korea Selatan.

3. Penggalangan Dana

Korea Selatan menyatakan kedua pihak sepakat membagi keuntungan secara merata sebelum modal awal dipulihkan, dan hanya akan mengejar proyek-proyek yang layak secara komersial.

Pendanaan akan bersumber dari pendapatan operasional aset luar negeri Korea, termasuk bunga dan dividen.

Pemerintah tidak perlu menerbitkan obligasi domestik, tetapi kemungkinan akan mencari pendanaan dari pasar global.

instagram embed