Kumparan Logo

AS Longgarkan Kontrol Ekspor untuk UEA dari Migas hingga Peralatan Militer

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Putih, Amerika Serikat.  Foto: Shutetrstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Putih, Amerika Serikat. Foto: Shutetrstock

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pelonggaran besar-besaran terhadap pembatasan ekspor untuk Uni Emirat Arab (UEA), dengan menghapus hambatan penjualan chip AI canggih dan peralatan militer ke negara sekutu di kawasan Teluk tersebut.

Dikutip dari AFP, Departemen Perdagangan menyatakan akan meningkatkan status UEA dalam aturan ekspor AS; sebuah langkah yang mencerminkan penetapan negara tersebut sebagai mitra pertahanan utama, serta perannya dalam mendukung tujuan keamanan nasional AS, termasuk dalam upaya terkait Iran.

Biro Industri dan Keamanan departemen tersebut menyatakan akan mengeluarkan UEA dari dua kelompok negara yang dibatasi. Sehingga negara itu memenuhi syarat untuk menerima ekspor tanpa lisensi atas barang-barang militer yang dikontrol, satelit dan pesawat antariksa tertentu, serta barang-barang penggunaan ganda, yang digunakan dalam produksi minyak dan gas, desalinasi, dan tenaga nuklir sipil. Perubahan ini juga akan mencabut pembatasan dukungan terhadap program pesawat nirawak (drone) UEA.

Ilustrasi minyak mentah. Foto: Anan Kaewkhammul/Shutterstock

Peningkatan status tersebut "dibenarkan mengingat kemitraan militer AS-UEA yang sedang berlangsung serta komitmen UEA untuk mencegah pengalihan dan penyalahgunaan teknologi sensitif AS," ungkap departemen tersebut.

Secara terpisah, departemen itu menyatakan pihaknya menyetujui pemberian izin bagi pemerintah UEA dan perusahaan-perusahaan tertentu untuk menerima perangkat komputasi canggih, termasuk chip AI dan server, tanpa memerlukan lisensi ekspor.

Langkah ini merupakan bagian dari perjanjian kerja sama yang disepakati pada Mei 2025, di mana UEA berkomitmen untuk melakukan investasi dengan nilai setara dalam infrastruktur AI di Amerika Serikat.

Perubahan kebijakan ini dilakukan di tengah upaya perusahaan teknologi raksasa dan produsen chip AS untuk memperluas kehadiran mereka di kawasan Teluk, tempat negara-negara yang kaya akan sumber daya minyak dan gas sedang berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur kecerdasan buatan.

Langkah tersebut menuai kritik tajam dari Senator AS Elizabeth Warren, yang menuduh pemerintahan Trump memberikan keuntungan kepada perusahaan-perusahaan Emirat yang memiliki hubungan keuangan erat dengan sang presiden.

Warren merupakan seorang anggota senior Partai Demokrat di komite perbankan yang berpengaruh. "Kesepakatan tersebut tetap berjalan meskipun ada laporan mengenai kekhawatiran terkait pengalihan teknologi sensitif ke Tiongkok dan risiko keamanan nasional lainnya," tutur Warren.