Kumparan Logo

Aset Keuangan Syariah Global Diproyeksi Tembus USD 3 Triliun di 2024

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembiayaan syariah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembiayaan syariah. Foto: Shutterstock

Industri keuangan syariah terus meningkat dalam kontribusi perekonomian global. Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengungkapkan bahwa aset keuangan syariah mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economic Report 2020, pada tahun 2024 aset keuangan syariah diprediksi berada di atas USD 3 triliun dari sebelumnya tahun 2018 berkisar USD 2,88 triliun

"Di tahun 2024 total pengeluaran USD 2,3 triliun, sementara aset keuangan syariah sekitar di atas USD 3 triliun," ungkap Sutan Emir pada webinar nasional diselenggarakan Universitas Suryadarma, Sabtu (2/7).

Selain itu, kata Sutan Emir, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas umat Muslim turut mengalami peningkatan yang cukup signifikan terhadap keuangan syariah. Hal itu tercatat dalam beberapa laporan, seperti dalam Islamic Finance Develop Indicator di mana Indonesia berada dalam urutan ke dua setelah Malaysia.

Selanjutnya, Global Islamic Finance Report 2021 mencatat Indonesia berada di posisi pertama. Global Moslem Travel Index menyebutkan Indonesia meraih posisi kedua, sedangkan Global Islamic Fintech Report berada posisi ke empat.

"Ini menunjukkan suatu hal yang menggembirakan," ujar sutan Emir.

Tidak hanya itu, perkembangan keuangan syariah di Indonesia memang dalam kondisi baik. Sesuai dengan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2021 dijelaskan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah pangsa pasar syariah bertambah mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah di luar saham dan industri keuangan non bank syariah.

Adapun, hingga Desember 2021 nilai akumulasinya mencapai Rp 1.993,41 triliun atau naik sekitar 10,16 persen dari periode sebelumnya sebanyak 10 persen. Untuk saham syariah, lanjut Sutan Emir, nilai kapitalisasinya itu sekitar 48 persen dari total kapitalisasi saham yang ada di bursa efek indonesia (BEI) dengan jumlah Rp 3.595,74 triliun.