Asing Keluar Rp 1,14 T dari Pasar Saham RI, Emiten Bank Banyak Dilepas

Investor asing mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 1,14 triliun di pasar saham Indonesia pada perdagangan sesi I, Senin (26/10).
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per 26 Oktober 2026, nilai transaksi jual investor asing mencapai Rp 2,69 triliun. Sementara itu, nilai transaksi beli tercatat sebesar Rp 1,55 triliun.
Sejumlah saham perbankan menjadi sasaran jual bersih investor asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net foreign sell terbesar, yakni Rp 201,92 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan jual bersih Rp 129,94 miliar.
Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 89,67 miliar, diikuti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 83,53 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 47,43 miliar.
Saham lain yang masuk dalam daftar 10 besar net foreign sell adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 39,55 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 39,29 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 31,55 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 28,53 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 25,41 miliar.
Di sisi lain, investor asing juga membukukan pembelian bersih pada sejumlah saham. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar, mencapai Rp 18,42 miliar.
Posisi kedua ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan pembelian bersih Rp 18,29 miliar. Berikutnya, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mencatatkan net foreign buy Rp 6,85 miliar, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 5,47 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 4,66 miliar.
Saham lain yang turut mencatatkan net foreign buy adalah PT AMRT sebesar Rp 4,28 miliar, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Rp 3,90 miliar, PT BSSR sebesar Rp 2,56 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 2,46 miliar, serta PT Phapros Tbk (PGEO) Rp 1,75 miliar.
