Asing Masih Borong Saham RI Rp 54,47 M di Sesi I, Ini Emiten yang Jadi Incaran

Perdagangan sesi pertama Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/7), menunjukkan investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) di pasar reguler, meski selisihnya tergolong tipis dibandingkan total transaksi yang berlangsung.
Berdasarkan data yang dihimpun Stockbit Sekuritas, total nilai pembelian asing (foreign buy) pada sesi I tercatat sebesar Rp 1,78 triliun, sementara nilai penjualan asing (foreign sell) mencapai Rp 1,73 triliun. Dengan demikian, investor asing membukukan net buy senilai Rp 54,47 miliar di seluruh pasar.
Saham Paling Banyak Diborong Asing
Saham perbankan pelat merah, Bank Mandiri (BMRI), memimpin daftar saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai net buy mencapai Rp 149,98 miliar dan volume 35,49 juta saham. Di posisi kedua, saham emiten tambang emas Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan net buy sebesar Rp 130,96 miliar dengan volume 43,31 juta saham.
Menyusul di belakangnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan net buy Rp 72,53 miliar (volume 25,51 juta saham), serta Chandra Asri Pacific (TPIA) senilai Rp 48,38 miliar (volume 25,10 juta saham).
Beberapa saham lain yang turut masuk jajaran top net buy asing antara lain RANS (Rp 17,84 miliar), AADI (Rp 11,10 miliar), PANI (Rp 8,62 miliar), ESSA (Rp 7,59 miliar), KLBF (Rp 6,32 miliar), dan CUAN (Rp 5,82 miliar). Sementara nama-nama seperti PTRO, BUVA, TCPI, INDF, BRPT, MMIX, BBTN, MARK, ADRO, hingga MBMA melengkapi daftar 20 besar net buy asing dengan nilai antara Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.
Saham Paling Banyak Dilepas Asing
Di sisi lain, saham telekomunikasi Telkom Indonesia (TLKM) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan net sell senilai Rp 68,44 miliar dan volume minus 27,09 juta saham. Disusul saham tambang batu bara Bumi Resources Minerals (BRMS) dengan net sell Rp 54,71 miliar (volume minus 95,24 juta saham), serta Bumi Resources (BUMI) senilai Rp 37,62 miliar (volume minus 250,72 juta saham), menjadikan BUMI saham dengan volume net sell terbesar di antara top 20.
Saham energi ENRG juga tercatat mengalami net sell asing sebesar Rp 32,73 miliar, diikuti EMAS Rp 28,26 miliar, INET Rp 19,56 miliar, BIPI Rp 15,10 miliar, WIFI Rp 14,38 miliar, MDKA Rp 13,35 miliar, dan BULL Rp 12,44 miliar.
Beberapa saham berkapitalisasi besar lain turut mengalami tekanan jual asing, seperti INCO (Rp 11,24 miliar), ASII (Rp 9,52 miliar), HRTA (Rp 8,32 miliar), DEWA (Rp7,97 miliar), INDY (Rp 7,44 miliar), AMMN (Rp 7,17 miliar), ARCI (Rp 5,85 miliar), EMTK (Rp 5 miliar), BUKA (Rp 4,58 miliar), dan PGAS (Rp 4,39 miliar) yang menutup daftar top 20 net sell.
