ASN Usia 20-40 Tahun Paling Potensial Dipindah ke Ibu Kota Baru

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menyatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpotensi dipindahkan ke ibu kota baru berusia antara 20 hingga 40 tahun. Rentang usia tersebut dianggap mampu beradaptasi pada iklim birokrasi yang bakal mengedepankan teknologi di Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, meski begitu pihaknya belum menentukan jumlah ASN yang bakal diboyong ke ibu kota baru dari usia tersebut. Adapun total ASN aktif yang sudah terdata di Jakarta dan instansi di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sebanyak 188.092 orang yang berasal dari 34 kementerian dan 50 badan atau lembaga.
"188 ribu itu kan potensinya jumlah ASN yang bekerja di pusat Jakarta dan Bodetabek kayak misalnya ASN yang bekerja di LIPI itu kan ada di Cibinong (Bogor). Dari usia 20 sampai usia yang 40-an (yang potensial dipindah)," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (26/9).
Belum ditetapkannya jumlah pasti ASN yang dipindahkan ke ibu kota baru pada 2024 karena KemenPAN-RB harus melihat dulu proses bisnis di sana seperti apa. Pembahasan jumlah ASN yang dipindah masih dilakukan insentif dengan Bappenas.
Sementara itu, dari 188.092 ASN, sebanyak 32.772 orang atau 16,36 persennya bakal pensiun selama lima tahun ke depan. Rinciannya tahun ini 2.160 ASN, 2020 sebanyak 5.776 ASN, 2021 sebanyak 5.941 ASN, 2022 sebanyak 5.879 ASN, 2023 sebanyak 5.811 ASN, dan 2024 sebanyak 5.215 ASN.
Karena itu, pemerintah bakal memilih sekitar 150 ribuan ASN aktif yang potensial dipindah. Mereka yang dipindah adalah ASN yang pintar atau Smart ASN.
"Iya (kaum milenial, harus Smart ASN). Kalau yang usia pensiun nanti kan sudah 32.772 (tidak ikut pindah). Nah yang milenialnya (kualitas) sudah mulai bagus tapi harus dikaji dengan cermat," jelas dia.
Berdasarkan data yang dipaparkan Setiawan, dari 188.092 ASN, jumlah ASN usia kurang dari 20 tahun di Jabodetabek sebanyak 1.071 ASN, usia 20-25 tahun sebanyak 21.281 ASN, usia 25-30 sebanyak 18.166 ASN, usia 30-35 tahun sebanyak 27.307 ASN.
Lalu usia 35-40 tahun sebanyak 28.297 ASN, usia 40-45 tahun sebanyak 22.438 ASN, usia 45-50 tahun sebanyak 21.065 ASN, usia 50-66 tahun sebanyak 25.702 ASN, usia 55-60 tahun sebanyak 20.268 ASN, dan usia di atas 60 tahun sebanyak 2.011 ASN.
Sementara untuk status pernikahan, sebanyak 111.853 ASN sudah menikah, 289 ASN dalam proses perceraian, 1.032 ASN berstatus janda atau duda, dan 74.918 ASN masih lajang alias belum menikah.
