Kumparan Logo

Asosiasi Dorong Penggunaan Baja Galvanis SNI untuk Material Konstruksi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi atap seng. Foto: BELL KA PANG/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi atap seng. Foto: BELL KA PANG/Shutterstock

Asosiasi Galvanis Indonesia (AGI) mendorong penggunaan baja galvanis yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun standar internasional sebagai material konstruksi yang aman, berkualitas, tahan lama, dan ramah lingkungan.

Ketua Umum AGI. Harris Hendraka, mengatakan penggunaan material konstruksi sebaiknya mengacu pada standar teknis dan bukti ilmiah agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat. Menurut Harris, istilah "atap seng" yang selama ini dikenal masyarakat umumnya merujuk pada lembaran baja berlapis zinc (baja galvanis), bukan seng murni.

Baja galvanis telah digunakan lebih dari satu abad sebagai material konstruksi karena memiliki ketahanan korosi yang tinggi melalui lapisan zinc yang melindungi baja, sehingga memiliki umur pakai panjang, biaya perawatan rendah, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Selain digunakan sebagai material atap dan dinding bangunan, baja galvanis juga dimanfaatkan pada berbagai infrastruktur strategis, seperti menara transmisi dan distribusi listrik, gardu listrik, tiang penerangan jalan umum, guardrail jalan, jembatan baja, rambu lalu lintas, menara telekomunikasi, pelabuhan, instalasi pengolahan air, fasilitas industri, gudang, hingga berbagai konstruksi publik lainnya yang membutuhkan perlindungan terhadap korosi," ujar Harris dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

AGI juga menegaskan hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan penggunaan atap baja galvanis yang diproduksi sesuai SNI maupun standar internasional dapat menyebabkan kanker paru-paru.

instagram embed

Menurut asosiasi, risiko gangguan kesehatan dalam dunia konstruksi lebih banyak dikaitkan dengan paparan material tertentu, seperti asbes, bukan baja galvanis.

Selain itu, AGI menyebut unsur zinc (Zn) maupun senyawa hasil oksidasi atau korosi alami pada permukaan baja galvanis tidak diklasifikasikan sebagai penyebab kanker paru-paru dalam penggunaan normal sebagai material bangunan.

Sebaliknya, zinc merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh manusia dan berperan dalam fungsi sistem imun, pertumbuhan, penyembuhan luka, sintesis DNA, pembentukan protein, serta mendukung aktivitas lebih dari 300 enzim di dalam tubuh.

AGI menyatakan mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, keselamatan bangunan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

"Sebagai mitra pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor konstruksi, AGI menyatakan siap memberikan dukungan berupa kajian teknis, data ilmiah, pengalaman industri, serta masukan berbasis standar nasional maupun internasional dalam penyusunan kebijakan," tambahnya.