Asosiasi Energi Angin Siap Dukung Pemerintah Tingkatkan EBT 30 Persen di 2050
·waktu baca 2 menit

Asosiasi Energi Angin Indonesia (AEAI) siap mendukung pemerintah untuk meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi 30 persen di 2050. Ketua Dewan Pembina AEAI, Feiral Rizky Batubara, mengatakan pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencapai Kebijakan Energi Nasional.
"Kami di AEAI berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional. Energi angin memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, dan kami akan bekerja keras untuk memastikan bahwa potensi ini dapat diwujudkan," ujar Feiral dalam keterangannya, Kamis (1/8).
Ia juga optimistis bahwa Indonesia bisa mencapai 30 persen EBT dalam Bauran Energi pada 2050. "Energi angin akan menjadi bagian integral dari upaya ini, dan AEAI siap untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," jelasnya.
Menurut Feiral, AEAI akan berupaya memberikan masukan dan menjalin kerja sama dengan pemerintahan Indonesia untuk mengembangkan industri angin di Indonesia dan membina kemitraan dengan lembaga dalam dan luar negeri.
Feiral mengatakan, AEAI juga menjadi mitra pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membuat kebijakan untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi bayu/angin dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional.
“AEAI juga mengawal kebijakan dan sasaran pemerintah dalam pengembangan energi angin untuk mendukung pemanfaatan Energi Terbarukan sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional 2050 yang menargetkan kontribusi Energi Terbarukan sebesar 30 persen pada tahun 2050,” kata Feiral.
Adapun AEAI menjadi pilar utama untuk menjembatani para pengembang pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) dengan perusahaan manufaktur komponen turbin angin di Indonesia.
Selain itu, AEAI juga memiliki misi untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi, manfaat, dan keekonomian Energi Angin & Tenaga Angin, agar tercipta kesamaan persepsi dan dukungan terhadap Energi Angin & Tenaga Angin.
