Kumparan Logo

Asosiasi MLM Bicara soal Kecurangan Robot Trading: Robotnya Kamuflase

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi terjebak Kripto. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi terjebak Kripto. Foto: Shutterstock

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) membeberkan kecurangan penyedia robot trading yang merugikan masyarakat. APLI yang juga dikenal sebagai Asosiasi MLM atau Multi Level Marketing ini menyebut penyedia robot trading tak segan membuat penggunanya rugi semua.

Sekjen APLI, Ina H Rachman, mengungkapkan bahwa penipuan yang dilakukan penyedia robot trading telah merusak citra MLM. Sebab, pemasaran robot trading serupa MLM. Apalagi, belakangan ini diketahui kalau robot trading itu ternyata penipuan.

“Akan tetapi seiring waktu berjalan trading yang dilakukan robot-robot itu ternyata tidak trading sebenarnya. Sebenarnya jadi robotnya kamuflase, cuma kayak orang penggalangan dana masyarakat saja, seakan-akan analisis,” kata Ina saat rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (22/3).

Ilustrasi transaksi uang kripto di aplikasi. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ina mengatakan, penipuan tersebut sudah banyak dibuktikan dengan adanya pengakuan bahwa robot trading tersebut hanya fiktif atau permainan uang biasa. Ia mencontohkan yang terbukti menipu seperti Viral Blast dan Fahrenheit. Penyedia layanan tersebut tidak segan-segan mengambil semua dana masyarakat dengan dibuat seperti kalah trading.

“Banyak ada Viral Blast, DNA Pro, Fahrenheit malah mereka itu macam-macam bukan dibekukan ini. Contoh Fahrenheit mereka tiba-tiba melakukan margin call, jadi seakan-akan semua kalah tradingnya, jadi mereka memutuskan sepihak,” ungkap Ina.

Ina tidak mau robot trading dikaitkan dengan pihaknya. Ia menjelaskan, para anggota APLI menggunakan skema atau jaringan MLM untuk menjual produk, bukan sistem robot trading. Untuk itu, ia memastikan bakal terus berkoordinasi dengan kepolisian. Sehingga tidak semakin banyak masyarakat yang tertipu robot trading.

“Mungkin Bapak, Ibu, pernah dengar kasusnya robot trading atau forex, bahkan banyak sekali korbannya sudah jutaan orang dan nominalnya per satu perusahaan yang mengatasnamakan menjual, melakukan trading kurang lebih membernya itu 500 sampai 1 juta orang,” ungkap Ina.

“Kerugian per perusahaan itu bisa ditaksir minimal Rp 500 miliar untuk 1 perusahaan yang mengeklaim dirinya melakukan trading di Indonesia,” tambahnya.