Kumparan Logo

Asosiasi Targetkan Nilai Devisa Ekspor Kopi pada 2026 Capai USD 1,3 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku usaha Raya Sadianor mengaduk biji kopi di industri rumahan Indu Kuh Coffe, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (6/11/2024). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku usaha Raya Sadianor mengaduk biji kopi di industri rumahan Indu Kuh Coffe, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (6/11/2024). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menargetkan ekspor kopi nasional pada 2026 mencapai sekitar 5 juta hingga 5,5 juta karung. Dengan asumsi satu karung berisi 60 kilogram kopi, nilai devisa yang dihasilkan diperkirakan dapat mencapai sekitar USD 1,3 miliar.

Ketua Departemen Specialty & Industri BPP AEKI, Moelyono Soesilo, mengatakan target tersebut mempertimbangkan permintaan pasar global yang masih cukup stabil terhadap kopi Indonesia. Meski produksi domestik tahun ini diperkirakan mengalami penurunan.

Ia menjelaskan pasar ekspor utama kopi Indonesia masih didominasi oleh negara-negara yang selama ini telah menjadi tujuan utama perdagangan kopi nasional.

“Untuk target ekspor tahun ini, 2026 sekitar 5 juta sampai 5,5 juta karung. Satu karung isinya 60 kilogram, dengan nilai devisa sekitar USD 1,3 miliar. Untuk pasar ekspor kopi terbesar, tetap pasar yang sudah terbentuk seperti Amerika, Mesir, Malaysia, Jerman, dan Italia,” ujar Moelyono kepada kumparan, Kamis (12/3).

Ilustrasi buah kopi Kolombia. Foto: Andres Navia Paz/Shutterstock

Di sisi lain, produksi kopi nasional pada tahun ini diproyeksikan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi cuaca menjadi faktor utama yang mempengaruhi hasil panen di sejumlah daerah sentra kopi.

“Produksi turun sekitar 15 persen sampai 20 persen dibanding tahun kemarin karena faktor cuaca,” tutur Moelyono.

Meski produksi menurun, pelaku industri berharap permintaan global tetap kuat. Sehingga ekspor kopi Indonesia tetap mampu memberikan kontribusi devisa signifikan bagi perekonomian nasional.

Pada periode Januari-Oktober 2025, surplus neraca perdagangan kopi Indonesia tercatat mencapai USD 2,32 miliar. Berdasarkan negara tujuan ekspor utama, produk kopi Indonesia pada periode Januari-Oktober 2025 paling besar ditujukan ke Filipina dengan pangsa 11,7 persen, diikuti oleh Amerika Serikat 10,6 persen, Belgia 9,2 persen, Jerman 8,6 persen, dan Malaysia 6,1 persen.

video story embed