ASSA Bantah Anak Usaha, Anteraja Akan IPO
·waktu baca 2 menit

Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), Prodjo Sunarjanto membantah kabar kalau anak usahanya, Anteraja PT Tri Adi Bersama akan melantai di bursa efek atau Initial Public Offering (IPO).
"Kita sampai saat ini belum ada rencana IPO," ujar Prodjo singkat kepada kumparan di Jakarta, Kamis (14/4).
Menurutnya, saat ini bisnis Anteraja masih cukup positif. Di mana, selama dua tahun ke depan ditargetkan bisnis Anteraja bisa berkontribusi hingga 70 persen ke pendapatan ASSA.
"Hal ini yang membuat peran Anteraja penting dalam bisnis ASSA yang sebelumnya merupakan car rental menjadi perusahaan logistik,” tambah Prodjo.
Sekadar catatan, Anteraja menjadi penopang pendapatan sang induk usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Di mana ASSA berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif selama tahun 2021.
Adapun per Desember 2021, Anteraja berhasil menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan ASSA, sebesar Rp 2,8 triliun atau 54 persen dari total pendapatan ASSA di tahun 2021.
“ASSA mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 68 persen yoy (year on year) dari Rp 3 triliun di tahun 2020 menjadi Rp 5,1 triliun di tahun 2021,” ujar Presiden Direktur Assa Prodjo Sunarjanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/4).
Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat senilai Rp 142,6 miliar atau meningkat 64 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat senilai Rp 87,1 miliar.
Anteraja Punya 1.000 Service Point
Sementara menurut CEO Anteraja, Suyanto Tjoeng, pada tahun 2021, volume pengiriman Anteraja tercatat lebih dari 1 juta parcel per day atau mengalami peningkatan lebih dari 3 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2020.
Selain itu, jaringan layanan yang dimiliki juga semakin luas, di mana saat ini Anteraja sudah memiliki lebih dari 1.000 service point di 34 provinsi di Indonesia.
"Kalau di laporan keuangan kita disebutkan naik 3 kali lipat. Jadi dari sisi itu naik tiga kali lipat tahun ini," tutur Suyanto.
Suyanto melihat, industri logistik menjadi salah satu industri yang bertumbuh selama pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2 tahun yang lalu.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), pengiriman barang mengalami pertumbuhan hingga 40% selama pandemi. Salah satu faktor pendukungnya adalah adanya pergeseran kebiasaan masyarakat dari berbelanja secara langsung menjadi online.
