Kumparan Logo

Atasi Banjir Jakarta, Menteri PUPR Kebut Bendungan Ciawi dan Sukamahi

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera merampungkan proyek Bendungan Ciawi dan Sukamahi pada tahun ini. Pembangunan bendungan ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta.

"Kalau kami tetap tugasnya, pertama ini kan bagian hulu, tengah, hilir. bagian Hulu kita meneruskan pembangunan bendungan, kita percepat tahun ini akan bisa jadi. Karena tanah sebagian besar bebas sudah 90 persen lebih," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Jumat (3/12).

Menurut Basuki, jika nanti kedua Bendungan yang berlokasi di Kabupaten Bogor itu rampung akan membantu mengurangi banjir di Jakarta.

Saat beroperasi nanti, Bendungan Sukamahi mampu menampung air 1,6 juta meter kubik (m3) dan Bendungan Ciawi memiliki daya tampung 6,4 juta m3. Kedua bendungan tersebut mampu mengurangi aliran air saat musim hujan ke Jakarta.

Proyek bendungan Ciawi dan Sukamahi digagas pada tahun 2016. Pembangunan Bendungan Sukamahi ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya-PT Basuki Rahmanta Putra KSO dengan nilai kontrak Rp 436,97 miliar.

Pemandangan Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang sedang dibangun di Ciawi, Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Untuk pembangunan Bendungan Ciawi, kontraktor penggarapnya adalah PT Brantas Abipraya-PT Sac Nusantara KSO dengan nilai kontrak Rp 757,8 miliar melalui kontrak tahun jamak (multi years). Saat ini progres konstruksi kedua waduk tersebut mencapai 45 persen.

Selanjutnya, Basuki mengatakan, untuk di bagian sungai-sungai di Jakarta supaya terus melakukan kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Salah satu yang saat ini tengah dilakukan yaitu normalisasi sungai.

"Mau normalisasi mau naturalisasi sama aja. Pemprov tugasnya adalah bebaskan lahan. Kami bangun, kolaborasinya," imbuhnya.

Terkait di bagian hilir, khususnya Sungai Ciliwung, menurut Basuki akan diperlebar. Pelebaran Sungai Ciliwung akan sangat membantu mengurangi banjir di Jakarta.

"Yang ketiga sodetan yang dari Ciliwung ke BKT (Banjir Kanal Timur) 60 meter kubik per detik itu akan membantu sekali mengurangi debit banjir yang di Ciliwung," sambungnya.