Kumparan Logo

Atasi Biaya Logistik, Pemerintah Mau Bikin Hub Ayam-Telur untuk MBG

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Kamis (27/8). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Kamis (27/8). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Pemerintah menjelaskan rencana pembentukan sebuah hub untuk ayam dan telur dalam alur serapan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, hal itu ditujukan untuk mengoptimalisasi serapan telur dan ayam oleh SPPG langsung dari peternak.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan huh tersebut dibutuhkan karena tak semua peternak memiliki jarak yang dekat dengan SPPG di daerahnya.

“Ini bagus, menyerap langsung telur dengan ayam, langsung dari peternak. Ini bagus. Cuma hanya saja dari peternak kan menyiapkannya tidak mungkin satu rak (telur) satu rak, jaraknya jauh kan,” kata Amran ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Kamis (27/8).

Lebih detail, Amran menjelaskan nantinya hub tersebut bisa mengumpulkan kebutuhan telur dan ayam untuk beberapa SPPG sekaligus. Nantinya, hub itulah yang akan melakukan pemesanan langsung kepada peternak.

Dengan cara seperti itu, masalah biaya logistik dalam metode serapan langsung oleh SPPG ke peternak dapat teratasi. Amran juga menyebut metode hub itu lebih efisien.

“Nah kalau jaraknya 50 kilo, 100 kilo, kirim hanya satu rak kan rugi dong. Ini diambil menjadi hub katakanlah MBG (SPPG) 100, 200, atau 500 unit, ini yang memesan menjadi hub. Jadi memesan, satu truk, dua truck. Jadi semua untung, iya kan? Kalau diangkut sedikit-sedikit kan sama-sama rugi, biaya ngangkutnya mahal. Kalau diangkut langsung satu truk kan efisien,” ujarnya.

Ilustrasi menyimpan telur dalam posisi yang benar. Foto: Shutterstock

Pada Juni lalu saat harga telur turun, Amran juga menjelaskan bahwa ia juga telah menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan serapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya stabilisasi harga. Dari hasil telepon itu, BGN menyanggupi peningkatan serapan telur untuk MBG.

Adapun dengan peningkatan serapan telur oleh BGN tersebut, Amran menyebut nantinya menu telur dihidangkan lebih banyak dalam sepekan ketimbang sebelumnya.

“3 kali seminggu. Cepat itu nanti,” ujar Amran.

Di samping itu, ia juga meminta agar para pengusaha mematuhi Harga Acuan Pembelian (HAP) penyerapan telur sebesar Rp 26.500 per kg. Hal ini merupakan langkah untuk stabilisasi harga telur.

instagram embed