Kumparan Logo

Atasi Kekeringan Papua Tengah, Jokowi Akan Bikin Gudang Logistik di Agandugume

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi mengunjungi Waibu Agro Edu Tourism milik Papua Youth Creative Hub (PYCH) binaan BIN di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (7/7/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi mengunjungi Waibu Agro Edu Tourism milik Papua Youth Creative Hub (PYCH) binaan BIN di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (7/7/2023). Foto: Dok. Istimewa

Presiden Jokowi memanggil Menko PMK Muhadjir Effendy membahas masalah kekeringan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Muhadjir mengatakan, suplai logistik ke daerah yang terdampak sudah lancar.

"Dan juga sudah bisa landing di lembah Agandugume yang kemarin belum dimungkinkan sekarang sudah mulai bisa landing di sana walaupun belum maksimal. Tapi insyaallah sudah teratasi," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/8).

Karena di Papua Tengah sedang masuk musim kering atau kemarau, Muhadjir mengatakan pemerintah akan menyuplai bantuan logistik setidaknya selama tiga bulan ke depan. Selain itu, Muhadjir juga menyebut Jokowi setuju dengan rencana pembangunan gudang logistik di lembah Agandugume.

"Tadi sudah mendapatkan persetujuan dari Bapak Presiden, nanti kita akan membangun gudang logistik di lembah Agandugume untuk cover tiga distrik yang ada di sana. Di lembah itu ada tiga distrik, kemudian nanti akan ditempatkan tenaga keamanan permanen karena di situ belum ada tenaga keamanannya," ujarnya.

Presiden Jokowi didampingi Menteru PUPR Basuki Hadimuljono, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala BNPB Suharyanto meninjau lokasi longsor akibat gempa di Jalan Kabupaten ruas Cugenang-Salahuni, Kamis (24/11). Foto: Dok. Kementerian PUPR

"Sehingga kita harapkan tahun depan paling tidak sebelum ada solusi yang lebih strategis itu sudah akan kita drop logistik itu kira-kira bulan Maret, April sehingga pada waktu terjadi krisis itu sudah tersedia bahan pangan, ya, itu," lanjutnya.

Muhadjir mengatakan, gudang logistik dibutuhkan karena masalah kekeringan di musim kemarau rutin terjadi setiap tahun. Apalagi, cuaca di Kabupaten Puncak yang juga dalam waktu-waktu tertentu mengalami hujan es dan embun salju.

"Nah, itu iklim seperti itu menumbuhkan bakteri yang kemudian bakteri itu menyerang umbi-umbian yang menjadi makanan pokok mereka. Yang akibatnya busuk kalau nanti dipaksa dimakan itu jadi diare. Jadi kita nanti akan kalau kondisi sudah kondusif, akan kita upayakan penanganan yang lebih komprehensif dari sisi kesehatan, dari sisi pendidikan," tuturnya.

"Saya sudah minta beberapa perguruan tinggi termasuk yang di Papua dan juga IPB untuk mencari varietas umbi-umbian yang kira-kira tahan dengan cuaca di sana sehingga nanti bisa lebih memungkinkan ada penanganan yang lebih permanen lah," lanjutnya lagi.

Pembangunan gudang logistik, lanjut Muhadjir, akan dibahas lagi dalam rapat lanjutan yang melibatkan Kementerian PUPR, Kemendagri, Kementan, hingga aparat keamanan.

"Sudah jalan ini saya tiap hari mendapatkan update dari Pak Panglima TNI yang terus menggerakkan itu. Saya lupa tadi, yang jelas tiap hari itu sekitar 2,6 ton yang bisa landing di Agandugume dengan berbagai macam jenis mulai dari beras, kemudian juga ada rendang, rendang juga kita drop ke sana," pungkasnya.

embed from external kumparan