B20 Dukung Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM dan Petani

3 Juli 2022 7:42
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
B20 Trade and Investment Task Force bersama dengan Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) menggelar forum side events B20 Indonesia. Foto: Kadin Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
B20 Trade and Investment Task Force bersama dengan Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) menggelar forum side events B20 Indonesia. Foto: Kadin Indonesia
ADVERTISEMENT
B20 Trade and Investment Task Force bersama dengan Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) menggelar forum side events B20 Indonesia bertajuk “Unlocking Financial Access and Digital Transactions for Farmers and SMEs Through Inclusive Closed Loop Model” di Jakarta, Kamis (30/6).
ADVERTISEMENT
Pertemuan ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi antara pelaku usaha di sektor pertanian dan lembaga keuangan, termasuk lembaga perbankan dan non bank sekaligus menjadi tempat pertukaran informasi mengenai praktik konkret terkait akses keuangan dan layanan keuangan digital di Indonesia dan negara lain.
Kegiatan yang dilangsungkan secara hybrid ini dihadiri Chair of B20 Trade and Investment Task Force Arif P Rachmat, Chairman PISAgro yang juga Koordinator WKU II Bidang Perekonomian KADIN Indonesia Franky Oesman Widjaja, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio N. Kacaribu.
Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani mengatakan dalam situasi dunia yang sedang memulihkan diri setelah pandemi COVID-19, inklusivitas menjadi terobosan untuk melakukan transformasi ekonomi sesuai dengan prioritas nasional dan kondisi global. Hal ini, kata Shinta, sejalan dengan penegasan Presiden Joko Widodo yang menyatakan inklusivitas menjadi prioritas kepemimpinan Indonesia di G20-B20.
Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani.  Foto: Dok. B20
zoom-in-whitePerbesar
Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani. Foto: Dok. B20
CEO Sintesa Group ini mengatakan B20 Indonesia juga menyelaraskan tema prioritas ini dengan menjadikan inklusi keuangan terutama inklusi keuangan digital dan pembiayaan sektor ekonomi rakyat sebagai salah satu agenda prioritas. Terlebih lagi, KADIN Indonesia yang menjadi penyelenggara B20 Indonesia menjadikan isu inklusi keuangan dan pembiayaan UMKM sebagai pilar utama kebangkitan ekonomi nasional.
ADVERTISEMENT
UMKM dan pertanian rakyat, kata Shinta selama ini sangat kesulitan untuk mengakses permodalan karena salah satunya soal pengelolaan pertanian secara tradisional dan hampir rata-rata tidak memiliki rekening bank. Padahal untuk meningkatkan kesejahteraan petani membutuhkan akses keuangan yang lebih terbuka dan inklusif.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“UMKM dan petani rakyat selama ini tidak mudah untuk mendapatkan pembiayaan baik dari lembaga keuangan formal. Persoalan utamanya sekalian letak geografis yang mungkin jauh dari lembaga keuangan, rendahnya literasi petani juga membuat mereka sulit mengakses pembiayaan karena minimnya pengetahuan untuk mengikuti prosedur yang dijalankan perbankan,” jelas Shinta, dalam keterangannya, Minggu (3/7).
Sementara itu Chair of B20 Trade and Investment Task Force Arif P Rachmat mengatakan pembiayaan inklusif penting sebagai solusi yang layak untuk masalah produktivitas petani kecil yang memiliki masalah kompleks.
B20 Trade and Investment Task Force bersama dengan Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) menggelar forum side events B20 Indonesia. Foto: Kadin Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
B20 Trade and Investment Task Force bersama dengan Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) menggelar forum side events B20 Indonesia. Foto: Kadin Indonesia
Selain itu, diperlukan contoh konkret atau best practice dari negara lain terkait pembiayaan untuk petani sekaligus kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan melalui negara-negara anggota G20.
ADVERTISEMENT
“Harus disadari, masih ada berbagai kendala yang menghalangi dalam mengejar inklusi keuangan baik di Indonesia maupun secara global, di antaranya inklusi keuangan yang menyasar sektor UMKM, perempuan dan sektor pertanian. Ini harus jadi perhatian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depannya,” jelas Arif.
Namun, yang jadi keuntungan, kata dia, kemajuan teknologi informasi turut andil dalam menyasar kecakapan inklusi keuangan. Transformasi digital melalui artificial intelligence hingga analisis big data yang jadi salah satu contoh yang memudahkan dan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi.
Pergelaran pendukung B20 Trade and Investment Task Force ini dihadiri lebih dari 200 mitra sektor swasta, organisasi multilateral, LSM, CSO, organisasi petani, dan pemangku kepentingan lainnya, yang bersedia dan bersemangat untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mereka. B20 dan PISAgro secara aktif mendorong ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan inklusif, serta menciptakan nilai bersama untuk berdampak lebih banyak bagi UKM dan petani kecil di seluruh negara G20.
ADVERTISEMENT