Kumparan Logo

Badan Otorita Tak Mau Ada Kesenjangan Sosial Penduduk IKN, Ini yang Dilakukan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Progres pembangunan tol IKN. Foto: Waskita Karya
zoom-in-whitePerbesar
Progres pembangunan tol IKN. Foto: Waskita Karya

Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berupaya menghindari kesenjangan sosial bagi sekitar 280.000 penduduk IKN. Cara yang dilakukan antara lain dengan pendampingan, peningkatan kapasitas berupa pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat dilakukan tidak hanya untuk warga di Kecamatan Sepaku, tapi juga warga di Kecamatan Samboja, Samboja Barat, Muara Jawa, Loa Kulu, dan Loa Janan,” kata Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, dikutip dari Antara, Kamis (19/10).

Alimuddin mengungkapkan total warga IKN telah mencapai sekitar 280.000 jiwa, lebih banyak dari jumlah warga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang saat ini sebanyak 190.000 jiwa, naik ketimbang di akhir tahun 2022 yang sebanyak 184.000 jiwa penduduk PPU.

Alimuddin menjelaskan pemberdayaan harus terus dilakukan bagi warga yang berada di pinggir-pinggir Kawasan Induk Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Jika tidak, akan timbul kesenjangan antara warga yang berada di KIPP dengan di pinggirnya.

Alimuddin memastikan akan selalu melakukan pendampingan sampai paripurna agar masyarakat mampu secara mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan. Salah satu pendampingan yang telah dan akan terus dilakukan adalah melalui pelatihan pengelolaan keuangan dan kewirausahaan.

Kemudian, Badan Otorita IKN juga telah melaksanakan program pendampingan berupa seminar dan pelatihan pengelolaan keuangan dan kewirausahaan bagi warga yang menerima ganti untung atas lahan yang dibebaskan untuk pembangunan IKN.

“Pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan dan akan dilakukan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah, dengan harapan agar masyarakat dapat terlibat dalam kemajuan IKN,” ungkap Alimuddin.

Alimuddin menegaskan pihaknya juga mencoba membantu masyarakat melalui pelatihan keahlian yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), yakni bagi warga di Kecamatan Sepaku dan sekitarnya.

Hal itu dilakukan agar warga di kawasan IKN tidak tersingkir karena tidak siap menerima perubahan setelah ibu kota negara pindah dari Jakarta ke Kaltim.

“Kami tidak ingin cerita di Jakarta terjadi di sini, itu tidak boleh terjadi. Mudah-mudahan berbagai pelatihan yang selama ini dilaksanakan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat,” tutur Alimuddin.

instagram embed