Kumparan Logo

Bahlil Akui El Nino Bikin PLTA Tak Maksimal, PLN Bantu Pasokan dari PLTS

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai pelantikan pejabat baru, Rabu (5/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai pelantikan pejabat baru, Rabu (5/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui keringnya sungai karena El Nino menyebabkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tidak maksimal.

Bahlil mencontohkan Sungai Mamberamo di wilayah Papua yang menjadi jalur transportasi masyarakat debit airnya berkurang, sehingga mengalami pendangkalan.

"Bahkan sebagian sungai-sungai yang tadinya bisa dilalui kapal, kayak di Papua, di Papua Selatan untuk menuju Asmat Naik itu agak mengalami kedangkalan daripada sungai. Dan debet air berkurang, sungai berkurang, pasti menghasilkan listrik yang tidak maksimal," ungkap Bahlil saat ditemui di ICE BSD, Selasa (22/9).

Kendati begitu, Bahlil menekankan situasi sudah terkendali, terutama di daerah yang mengalami kekurangan pasokan karena mengandalkan listrik dari PLTA.

"Itu yang terjadi di beberapa wilayah yang memakai PLTA. Dan berlahan-lahan sudah mulai bisa diatasi. Ini memang kondisi yang kita harus memenuhi," tegas Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyebut kekeringan akibat El Nino sempat berdampak pada pemadaman bergilir di daerah Sulawesi Selatan.

"Memang dengan ada kondisi El Nino ini untuk PLTA itu kapasitasnya itu menjadi sangat berkurang. Sebagai contoh di Sulawesi bagian selatan itu berkurang sekitar 650 MW," ungkap Darmawan.

Suasana peluncuruan Program PLTS 100 GWp, Kab. Jembrana, Selasa (25/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Darmawan menjelaskan sudah ada penambahan pasokan listrik melalui proses natural hedging, yakni upaya untuk mengantisipasi penurunan pasokan energi dari satu sumber dengan memanfaatkan sumber energi pelengkap lain secara alami tanpa instrumen keuangan yang rumit, dalam hal ini dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Nah tentu saja ini arahan dari Pak Menteri, kemudian juga dari Pak Dirjen Tenaga Listrik ini langsung juga ada perubahan, penambahan. Itu natural hedging menggunakan PLTS dengan battery energy storage system," jelas Darmawan.

Dengan upaya tersebut, ketika pada saat musim kering terdapat tambahan energi dari PLTS dengan penyimpanan baterai. Hal yang sama juga terjadi di daerah lain yang bermasalah sistem kelistrikannya karena pasokan bahan bakar, seperti di Kalimantan.

"Kami hadapi satu per satu. Kemudian juga ada tata kelola yang kami perbaiki. Sehingga ada beberapa daerah termasuk di Kalimantan ini sedang kami selesaikan satu per satu termasuk beberapa pembangkit," tutur Darmawan.