Kumparan Logo

Bahlil Bantah Isu Pertamax Oplosan: Sudah Sesuai Standar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat pengambilan keputusan RUU Minerba Badan Legislasi DPR, Senin (17/2/2025). Foto:  Fariza/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat pengambilan keputusan RUU Minerba Badan Legislasi DPR, Senin (17/2/2025). Foto: Fariza/kumparan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah isu oplosan BBM Pertamax (RON 92) dan Pertalite (RON 90). Dia menegaskan semua BBM yang beredar di pasaran telah memiliki spesifikasi yang jelas dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

"Nggak ada. Apanya kualitas? Kualitas kita kan sudah sesuai standar. Ada RON 90, RON 92. Segala macam ada. Kan sudah ada semuanya," kata Bahlil kepada wartawan di kantornya, Rabu (26/2).

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir soal kualitas BBM. Pasalnya, setiap jenis bahan bakar telah memiliki spesifikasi yang ditentukan.

"Jadi kalau membeli harga yang bagus, minyak bagus, harganya juga bagus. Mau setengah-setengah, ada juga setengah-setengah. Semua sudah ada speknya itu semua," ujarnya.

Menanggapi adanya kekhawatiran publik terhadap kemungkinan pencampuran BBM yang dapat mempengaruhi kualitas, Bahlil menegaskan bahwa blending diperbolehkan selama spesifikasinya tetap sesuai dengan standar.

"Boleh sebenarnya (blending). Selama kualitasnya, speknya sama," katanya.

Dia juga membantah anggapan produk BBM dengan angka oktan tinggi, seperti Pertamax Turbo, mengalami pencampuran yang menurunkan kualitasnya.

"Yang bagus-bagus ini nggak mungkin dicampur, karena itu ada speknya kok. Nggak perlu khawatir," tegasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), memastikan proses blending di Terminal BBM bukan oplosan antara BBM Pertamax dan Pertalite.

Pengendara membeli BBM di salah satu SPBU di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menegaskan tidak ada pengoplosan BBM Pertamax, sehingga kualitas Pertamax dipastikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah yakni RON 92.

“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92. Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat dari awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (26/2).

Heppy melanjutkan, proses pengolahan yang dilakukan di terminal utama BBM adalah proses injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat. Selain itu juga ada injeksi additive yang berfungsi untuk meningkatkan performa produk Pertamax.

"Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax," kata Heppy.

instagram embed