Kumparan Logo

Bahlil: Belum Ada Opsi Pembatasan Subsidi, Stok BBM dan LPG Aman

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai mengikuti ratas di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai mengikuti ratas di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah masih mempertahankan kebijakan subsidi energi tanpa pembatasan. Ia menyebut keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini dan saya pikir bahwa Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita tentang tingkat kemampuan. Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi,” kata Bahlil kepada wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jumat (27/3).

Meski begitu, Bahlil menekankan kebijakan ini akan terus mengikuti perkembangan global yang sangat dinamis. Pemerintah akan memantau situasi perang AS-Israel terhadap Iran yang bisa berubah dalam waktu cepat.

“Makanya dinamika ini, kan, kita akan ikuti. Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan. Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak di tengah kondisi global yang tidak menentu.

Antrean pengendara kendaraan roda dua untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bolon, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO

“Tapi lebih pada kita bagaimana melakukan pemakaian BBM dengan rasa bijaksana. Kita harus bijak dalam memakai BBM,” tegasnya.

Di samping itu, Bahlil memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman sesuai standar minimum. Sementara itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada konsumsi LPG yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

“Jadi, stok BBM kita insyaallah dalam kondisi yang aman. Standar minimal, minimum syarat. Kemudian yang kedua adalah terkait dengan LPG. LPG yang kita harus butuh effort bersama-sama,” ungkap Bahlil.

“Saya menyarankan kepada masyarakat untuk kita bijaksana dalam memakai LPG. Kita tahu bahwa LPG kita 70 persen kita impor,” tambahnya.

Suasana pengisian gas LPG di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Bumi Mitra Wira, Jalan Ulujami Raya, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ia menambahkan, pasokan minyak dari luar negeri masih berjalan sesuai rencana sehingga kondisi saat ini dinilai aman.

“Tetapi sampai dengan hari ini kondisinya clear. Kapal-kapal yang juga kita beli dari beberapa negara masih on the track. Jadi insyaallah aman,” kata dia.

Namun, ia mengingatkan kondisi global tetap harus diwaspadai karena berpotensi mempengaruhi ketersediaan energi. Selain itu, pemerintah juga mulai mencari sumber impor minyak mentah baru untuk mengurangi ketergantungan pada Timur Tengah.

“Impor crude kita dari Middle East itu 20 persen. Dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Middle East. Tolong jangan tanyakan lagi dari mana. Yang jelas Insyaallah semuanya ada,” pungkasnya.