Kumparan Logo

Bahlil Curigai Ada Unsur Kesengajaan di Balik Penurunan Lifting Minyak RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Energy and Mineral Forum 2025, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Energy and Mineral Forum 2025, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya mencurigai ada unsur kesengajaan atas terjadinya penurunan lifting minyak Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut telah direncanakan pihak tertentu dengan tujuan agar Indonesia terus mengimpor minyak.

“Apa dengan penurunan lingkungan itu apakah memang kita sudah tidak punya sumber daya alam? Atau masih ada? Atau ini sengaja diturunkan agar impor terus? Menurut saya, ini ada unsur kesengajaan. By design,” ucap Bahlil dalam acara Energy and Mineral Forum 2025, Jakarta Pusat, Senin (26/5).

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2024, angka lifting minyak Indonesia hanya mencapai 580.000 barel per hari, padahal kebutuhan konsumsi nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.

Bahlil pun menyoroti perbedaan signifikan dibandingkan kondisi Indonesia tahun 1996-1997, saat lifting minyak masih berada di kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sedangkan konsumsi domestik saat itu baru sekitar 500.000 barel per hari.

“Hebat sekali waktu itu negara (Indonesia). Dan pendapatan negara kita, 40-45 persen itu hasil daripada migas waktu itu,” tambah Bahlil.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena krisis moneter yang melanda pada tahun 1998 menyebabkan produksi minyak dalam negeri terus menurun.

Bahlil pun menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki permasalahan ini guna memastikan kapasitas Indonesia dalam meningkatkan angka lifting minyak.

“Dan untuk mengamalkan perintah Presiden Pak Prabowo dan untuk ibu Pertiwi, sejengkal pun saya tidak mundur, untuk menghadapi orang-orang yang seperti itu,” tegas Bahlil.

Ia juga membeberkan bahwa pihaknya saat ini menemukan hampir 40.000 sumur minyak yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun dari jumlah itu, hanya 20.000 sumur yang produktif dengan sisanya yang tidak lagi menghasilkan.

instagram embed