Kumparan Logo

Bahlil Desain Pembangunan PLTS Skala Besar, Fokus 1 MW per Desa

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PLTS di lahan sawit. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PLTS di lahan sawit. Foto: Pertamina

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar dengan target kapasitas nasional mencapai 80-100 gigawatt (GW).

Rencana tersebut akan dibagi hingga tingkat desa dengan fokus menghadirkan kapasitas 1 hingga 1,5 megawatt (MW) di setiap desa sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.

"Iya seluruh Indonesia, kan itu program Bapak Presiden yang satu desa (itu) 1 sampai 1,5 megawatt solar panel ya," ucap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2025, di JCC Jakarta, Rabu (17/9).

Bahlil menjelaskan, desain pembangunan PLTS ini masih dalam tahap kajian kelayakan untuk memastikan proyek dapat dijalankan secara ekonomis.

"Kalau sudah desainnya selesai, baru kita mulai umumkan startnya. Sekarang kan kita cek dulu, apakah ekonomis atau tidak. Setelah itu kita akan dorong ya," ujarnya.

Meski begitu, Bahlil mengakui pengembangan energi bersih membutuhkan biaya investasi yang besar dan teknologi yang masih relatif mahal. Oleh karena itu, pemerintah bakal mengatur skema pembiayaan secara paralel agar tidak membebani masyarakat secara berlebihan.

instagram embed

"Di satu sisi kita ingin bersih, tapi di sisi lain kita membutuhkan modal yang tidak sedikit. Teknologinya mahal. Kalau kita tetap memaksakan percepatan, maka ada selisih biaya yang harus dibebankan. Apakah itu kepada konsumen atau kepada pemerintah berbentuk subsidi, jadi kita akan bikin ini paralel," jelas Bahlil.

Selain PLTS, Bahlil menyebut pemerintah tengah mendorong pengembangan energi baru terbarukan lain seperti panas bumi, tenaga air, dan angin. Panas bumi bahkan dirancang untuk menjadi bahan baku hidrogen, mendukung agenda hilirisasi energi bersih ke depan.