Kumparan Logo

Bahlil Pastikan Lagi Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun LPG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan. Kepastian itu disampaikan usai menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk membahas sektor energi dan hilirisasi di tengah dinamika geopolitik global. Bahlil mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional yang masih penuh ketidakpastian. Dalam rapat tersebut, Prabowo juga memerintahkan percepatan pengembangan energi alternatif. "Kami baru selesai menghadap bapak presiden. Kami melakukan rapat untuk membicarakan pada sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai. Bapak presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif, khususnya yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG," kata Bahlil usai bertemu Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6).

Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam kesempatan itu, Bahlil kembali menegaskan pemerintah tidak akan mengubah harga BBM bersubsidi maupun LPG bersubsidi. "Yang pertama kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali, itu dulu," ujarnya. Menurut Bahlil, untuk BBM non-subsidi mekanisme harga akan mengikuti perkembangan pasar. Kendati demikian, penyesuaian tersebut akan dilakukan secara hati-hati oleh para pelaku usaha, termasuk PT Pertamina (Persero). "Nah sementara harga yang non subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah barang tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya," tandas dia.