Kumparan Logo

Bahlil: Penugasan PLN untuk Proyek Sampah Jadi Listrik Tunggu Kajian Danantara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) atau LNG Terapung di galangan kapal Wison New Energies, Kota Nantong, Rabu (13/8/2025). Foto: Dok. Kementerian ESDM
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) atau LNG Terapung di galangan kapal Wison New Energies, Kota Nantong, Rabu (13/8/2025). Foto: Dok. Kementerian ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penugasan kepada PLN dalam proyek waste to energy atau sampah jadi listrik belum dibahas lebih lanjut. Karena itu, penugasan ini pun belum masuk Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru.

Saat ini, pemerintah masih menunggu kajian teknis dan rekomendasi dari Danantara sebagai pihak yang ditunjuk untuk melakukan verifikasi calon pengembang proyek.

“Belum ada pembahasan sampai dengan penugasan ke PLN. Jadi nanti Danantara yang akan melihat perusahaan mana yang masuk membangun. Setelah itu, baru izin dari ESDM akan keluar, lalu kontrak jual beli dengan PLN menyusul,” kata Bahlil usai rapat di Istana Kepresiden Jakarta, Kamis (11/9).

Menurutnya, aspek teknis seperti teknologi pembakaran sampah atau penggunaan biomassa juga masih dalam kajian bersama tim teknis Danantara. Hasil feasibility study tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan model pengolahan sampah yang paling sesuai.

Feasibility study-nya ada di Danantara, mereka yang akan validasi perusahaan-perusahaan yang cocok. Dari sana baru bisa kita tindaklanjuti,” tambah Bahlil.

Proyek sampah jadi listrik ini rencananya akan dibiayai dari Patriot Bond yang segera diluncurkan Danantara. Dana segar yang diincar mencapai Rp 50 triliun.

instagram embed