Kumparan Logo

Bahlil Sebut Danantara Bakal Gabung Proyek Titan, Ekosistem Baterai EV

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bahlil Lahadalia dalam acara acara IPA Convex di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (21/5/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Bahlil Lahadalia dalam acara acara IPA Convex di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (21/5/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan perkembangan terbaru Proyek Titan, proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik senilai USD 9,8 miliar.

Proyek Titan merupakan proyek ekosistem baterai EV terintegrasi mulai dari hulu pertambangan nikel, smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL), pabrik prekursor, prekursor katoda, hingga sel baterai, yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Produk dari proyek ini meliputi bijih nikel, feronikel, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nikel sulfat, prekursor, prekursor katoda, hingga sel baterai.

Istilah Titan ini awal mula muncul dari Direktur Utama IBC Toto Nugroho dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI pada 17 Februari 2025.

Proyek ini awalnya merupakan gabungan konsorsium antara lain: PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), dan LG.

Namun belakangan LG memutuskan hengkang. Kini, perusahaan asal China, Zhejiang Huayou Cobalt, masuk menggantikan LG.

Mega proyek ini nantinya akan menggarap kebutuhan ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Mulai pengolahan (smelter), produksi baterai hingga daur ulang.

Bahlil menyebut Badan Pengelola Investasi Danantara akan bergabung melengkapi mega proyek ini. Sekitar USD 1,2 miliar dari total nilai investasi telah terealisasi.

"Di mana porsi saham untuk di hulunya tetap sesuai dengan perencanaan kita 50 persen dalam BUMN sementara di JV berikutnya itu sekarang 30 persen. Tapi kita lagi mengupayakan untuk ada kenaikan karena Danantara juga akan ikut berpartisipasi," kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/5).

Menurut Bahlil, Prabowo meminta porsi kepemilikan saham dari mega proyek ini bisa ditingkatkan hingga 50 persen.

Sementara itu CEO Danantara Rosan Roeslani menambahkan, pihaknya akan mendetailkan rencana Huayou dalam Proyek Titan ini. Dia menyebut keberadaan Danantara ini sangat membantu dari sisi pendanaan.

"Jadi dengan ini the whole ecosystem dari mining sampai ke baterainya ini akan terjadi di dalam satu kita bilangnya green package atau satu ekosistem dari baik yang deal yang akan berjalan dengan Huayou maupun dengan CATL," jelas Rosan.