Bahlil Sebut Kelanjutan Proyek Kilang Tuban Diputuskan Bulan Ini
·waktu baca 1 menit

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap kelanjutan dari proyek Kilang Tuban. Nantinya, keputusan mengenai Final Investment Decision (FID) proyek ini akan diputuskan pada bulan ini.
Proyek Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban) ini sebelumnya dirancang sebagai kerja sama antara Rosneft dan Pertamina, dengan nilai investasi yang cukup besar.
“Rosneft lagi dilakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” kata Bahlil ditemui di Hotel Raffles, Jakarta Selatan pada Senin (8/12).
Sebelumnya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memastikan proyek tersebut masih bekerja sama dengan Rosneft dengan skema joint venture (JV).
Pertamina dan Rosneft membangun perusahaan patungan itu pada November 2017 dengan nama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) untuk proyek GRR Tuban. Sebanyak 55 persen saham dipegang Pertamina dan 45 persen sisanya milik Rosneft.
Proyek tersebut sempat terkendala konflik geopolitik yang pecah antara Rusia-Ukraina dan kaitannya dengan sanksi dari Amerika Serikat (AS). Bahkan, sempat ada isu pergantian mitra di GRR Tuban menggantikan Rosneft.
