Kumparan Logo

Bahlil Sebut Kenaikan Harga Pertamax Turbo, Dexlite, & Dex Ikuti Mekanisme Pasar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Turbo hingga Dexlite mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Pertamax Turbo dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp 12.900 per liter. Harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Dikutip dari Antara, Bahlil saat di Magelang, Sabtu (18/4), menegaskan pengaturan harga hanya diberlakukan pada BBM bersubsidi, sementara BBM untuk kebutuhan industri dan kalangan mampu menyesuaikan harga pasar.

Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bahlil menuturkan sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2022, BBM dengan nilai oktan tinggi seperti RON 98 atau Pertamax Turbo tidak termasuk dalam kategori subsidi.

Menurutnya, jenis BBM ini umumnya digunakan oleh konsumen dari kalangan mampu, sehingga pergerakan harganya mengikuti dinamika pasar global.

Selain Pertamax Turbo, bahan bakar jenis solar dengan cetane number (CN) 51 juga dikategorikan sebagai BBM nonsubsidi yang diperuntukkan bagi sektor industri dan pengguna dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.

video story embed