Kumparan Logo

Bahlil Sebut Potensi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dibahas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global, Selasa (31/1/2026). Foto: Youtube/KementerianESDM
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global, Selasa (31/1/2026). Foto: Youtube/KementerianESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan saat ini pemerintah dengan PT Pertamina (Persero) dan SPBU swasta masih menghitung potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi di tengah dinamika global.

Bahlil belum bisa memastikan kapan pembahasan atau penghitungan potensi kenaikan harga ini rampung dilakukan.

“Untuk BBM nonsubsidi, kami dengan tim Pertamina dan SPBU swasta, sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Waktunya kapan? Tunggu dulu, jadi belum ada penyesuaian harga, artinya masih sama,” ujar Bahlil dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3).

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

BBM nonsubsidi yang dijual di SPBU Pertamina saat ini terdiri dari beberapa jenis berdasarkan nilai oktan (Research Octane Number/RON). Untuk bensin, di antaranya Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95 (RON 95), dan Pertamax Turbo (RON 98). Sementara untuk jenis solar nonsubsidi adalah Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53).

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menegaskan tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi. Ia menyebut kebijakan tersebut diambil berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan hasil rapat pemerintah.

“Soal penyelesaian harga, atas arahan presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga BBM subsidi tidak ada penyesuain naik atau turun artinya flat masih harga sekarang,” tegas Bahlil.

Di tengah kondisi global yang bergejolak, Bahlil juga mengimbau masyarakat tetap mengacu pada informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

“Jadi saya minta ke masyarakat agar pegang sumber informasi dari pemerintah dan kita harus lebih cerdas kelola informasi agar stabil,” tutur Bahlil.

video story embed