Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Bahlil Tunggu Arahan Prabowo soal Genjot Bangun Kilang hingga Tangki BBM
26 Februari 2025 17:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM ) dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini membutuhkan investasi besar, sehingga pemerintah berencana melibatkan Danantara sebagai sumber pendanaan.
ADVERTISEMENT
Bahlil menjelaskan saat ini kapasitas cadangan minyak Indonesia hanya mampu bertahan selama 21 hari. Pemerintah ingin menambah kapasitas hingga 30 hari guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Kita kan punya Perpres tentang ketahanan energi, di mana kita hari ini untuk minyak kita kan hanya bisa kapasitas 21 hari. Nah kita tambah 30 hari. Nah yang kedua, impor kita ini kan terhadap minyak kan banyak sekali. Maka kita mendorong untuk membangun refinery-nya," kata Bahlil kepada wartawan di kantornya, Rabu (26/2).
Bahlil mengungkapkan proyek ini akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
"Makanya dalam hilirisasi, salah satu proyek yang kita akan dorong untuk kita melaporkan kepada Pak Presiden adalah storage untuk BBM dan refinery-nya (kilang). Nanti saya laporkan ya, setelah kami mendapat feedback ataupun petunjuk dari Pak Presiden," katanya.
ADVERTISEMENT
Menurut Bahlil, pembangunan storage BBM dan kilang minyak bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan memastikan pasokan minyak berasal dari dalam negeri.
"Tujuannya apa? Agar kita mempunyai cadangan dan minyaknya langsung dari kita. Dan ini butuh investasi besar," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Danantara nantinya akan fokus kepada proyek di sektor hilirisasi nikel sampai energi terbarukan. Nantinya, proyek-proyek tersebut bakal dibidik pada investasi gelombang pertama senilai USD 20 miliar.
“Kurang lebih proyek strategis miliaran dolar akan difokus pada hilirisasi nikel, bauksit, tembaga, pembangunan pusat data, kecerdasan buatan, kilang minyak, pabrik petrokimia, produksi pangan dan protein, akuakultur serta energi terbarukan,” kata Prabowo saat meresmikan Danantara di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (24/2).
ADVERTISEMENT
Prabowo menilai sektor-sektor tersebut adalah penentu masa depan ketahanan dan kemandirian Indonesia. Ia berharap agar hadirnya Danantara juga dapat menjadikan BUMN sebagai agen pembangunan dan pertumbuhan.
“Oleh karena itu BUMN harus beroperasi dengan standar yang tinggi, governance yang terbaik. BUMN harus mengedepankan inovasi gagasan besar, transparansi, kemajuan teknologi, sekaligus menjaga disiplin kehati-hatian, serta komitmen terhadap tata kelola yang baik dan pengelolaan yang bertanggung jawab,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menginginkan ke depan akan ada kolaborasi antara Danantara, BUMN, swasta, UMKM, dan koperasi agar peran mereka dalam mendukung pembangunan semakin maksimal.