Kumparan Logo

Bahlil Ungkap Modus Tambang Timah Ilegal, Akali IUP Menambang Pasir

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap salah satu modus tambang timah ilegal. Penambang mengakali izin usaha pertambangan (IUP) untuk pasir kuarsa dan silika, padahal mereka menambang timah.

Dikutip dari Antara pada Senin (24/11), IUP pasir kuarsa dan pasir silika yang digunakan oleh penambang timah ilegal tersebut merupakan IUP yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

“Ada satu yang kemarin saya temukan, bahwa mereka izinnya pasir kuarsa (dan silika) tapi di dalamnya timah,” kata Bahlil.

Dengan adanya temuan itu, Bahlil menyebut pemerintah menarik soal perizinan pasir ke pusat. “Sekarang, dengan keputusan ratas (rapat terbatas) kemarin, akan ada revisi peraturan. Untuk seluruh perizinan (penambangan) pasir kuarsa maupun pasir silika akan ditarik ke pusat,” ujarnya.

Revisi aturan tersebut menurut Bahlil dilakukan untuk memperbaiki tata kelola pertambangan Indonesia. Adapun nantinya revisi aturan yang mewajibkan seluruh IUP pasir silika dan pasir kuarsa tak hanya berlaku untuk Bangka Belitung melainkan juga seluruh wilayah Indonesia.

“Tidak hanya Babel (Bangka Belitung), semuanya mau kami rapikan,” kata Bahlil.

Presiden Prabowo saksikan penyerahan aset rampasan negara dari tambang ilegal kepada PT Timah Tbk. Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang mengakui penyelundupan kekayaan Indonesia alam Indonesia masih terjadi. Ia menilai persoalan tersebut sebagai perampokan sistemik yang salah satunya karena ada kelengahan elite.

Prabowo ingin membereskan permasalahan tambang tersebut. Ia lalu mencontohkan apa yang terjadi di Bangka Belitung (Babel).

instagram embed

"Sebagai contoh di Bangka Belitung yang untuk cukup lama menjadi pusat tambang timah terkemuka di dunia itu terdapat 1.000 tambang ilegal," kata Prabowo saat acara Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9).

Prabowo telah memerintahkan aparat keamanan hingga Ditjen Bea dan Cukai untuk menggelar operasi besar-besaran mulai 1 September 2025 untuk menutup tambang ilegal di Babel.

"Saya perintahkan TNI, Polri, Bea Cukai bikin operasi besar-besaran di Bangka Belitung, menutup yang selama ini hampir 80 persen hasil timah tiap tahun diselundupkan tiap tahun, 80 persen timah kita, kita tutup (tambang ilegal)," tegas Prabowo.